Jadi Wakil Rakyat Butuh Popularitas dan Ongkos Mahal

Partai NasDem Kota Probolinggo saat mendaftar Bacalegnya ke KPU Kota Probolinggo.

Lebih jauh, Sibro Malesi mengatakan modal dana menjadi opsi kedua setelah memenuhi modal sosial dan popularitas. Apalagi masyarakat masih terikat dengan pemikiran pemilu adalah pesta rakyat, yang calonnya bakal memberikan uang.

“Mau tidak mau, harus masuk pada pemikiran tersebut. Dengan tidak mengeluarkan uang untuk rakyat saja, seorang politisi membutuhkan dana Rp 200 hingga 300 juta. Dana itu digunakan hanya untuk alat peraga. Seperti pemasangan pamflet, baliho dan gambar dirinya yang bisa dikenal masyarakat,”tandasnya.

Mantan jurnalis ini, mengaku harus memiliki dana untuk tim sukses buat honor atau transport, pada setiap pertemuannya dengan masyarakat. Kebutuhannya setidaknya Rp50 juta untuk setiap pertemuan. Sedangkan memerlukan dua kali pertemuan untuk mencapai popularitas. Dana sosialisasi diri itu untuk Pemilu 2024, mengambil dari gajinya selama menjadi anggota DPRD Kota Probolinggo.

“Menjadi dewan harus merogoh gajinya. Menjadi dewan itu memiliki peluang untuk masuk surga. Gajinya saja digunakan untuk kembali mencalonkan diri untuk menampung suara rakyat,”ucap Sibro Malesi.

Terlebih tidak terpilih, Sibro Malesi akan mengalami kerugian. Uang ratusan juta yang sudah dikeluarkan, ternyata tidak membuatnya lolos menjadi anggota legislatif.

“Meski kepilih juga rugi, karena gajinya diputar lagi untuk pemilu berikutnya. Menjadi anggota wakil rakyat, ibarat sebuah panggilan, dan jalan untuk berbuat kebaikan. Kalau tidak jadi, berarti bukan waktunya untuk saya,” katanya.