Inovasi Digital untuk Melestarikan Warisan: Mahasiswa UMM Perkenalkan Kain Sasirangan ke Pasar Jawa Timur

Salah satu langkah strategis yang diambil oleh mahasiswa UMM adalah berkolaborasi dengan Toko SASIRANGAN PREMIUM NAJWA yang di dirikan oleh sepasang suami istri (Ka Najwa dan ka Duan), Sasirangan, sebuah usaha yang telah lama berdedikasi dalam memproduksi dan memasarkan kain Sasirangan berkualitas tinggi. Toko ini dikenal dengan produk-produknya yang unik, eksklusif, dan premium yang mana pembuatannya dilakukan 100% handmade dan memiliki motif kain yang hanya di buat satu kali di tiap produksi, namun masih menghadapi tantangan dalam memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pasar mereka.

Melalui program PMM ini, mahasiswa UMM membantu Toko Sasirangan Premium Najwa untuk mengembangkan kehadiran mereka di media sosial seperti TikTok dan Instagram. Para mahasiswa memberikan pelatihan intensif tentang cara membuat konten yang menarik, memilih hashtag yang tepat, dan berinteraksi dengan audiens secara efektif melalui platform digital. Mereka juga membantu toko ini dalam mengoperasikan TikTok Shop, sebuah fitur yang memungkinkan penjualan produk langsung melalui platform TikTok, membuka peluang baru dalam penjualan online yang lebih mudah diakses oleh konsumen dari berbagai daerah.

Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada aspek pemasaran, tetapi juga pada pemberdayaan pemilik UMKM untuk lebih mandiri dalam mengelola bisnis mereka di era digital. Dengan menguasai keterampilan pemasaran digital, pemilik Toko SASIRANGAN PREMIUM NAJWA diharapkan dapat terus mengembangkan usahanya, meningkatkan pendapatan, dan sekaligus menjaga kelestarian kain Sasirangan sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia.

Selain itu, langkah ini juga menjadi contoh konkret bagaimana generasi muda, melalui pendidikan dan kreativitas, dapat berkontribusi secara nyata dalam mendukung UMKM lokal dan melestarikan budaya tradisional. Melalui sinergi antara pengetahuan teknologi dan kekayaan budaya, diharapkan kain Sasirangan dapat dikenal lebih luas, tidak hanya di Jawa Timur, tetapi juga di seluruh Indonesia, bahkan hingga mancanegara.

Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) yang dilaksanakan oleh 5 (lima) mahasiswa/I Universitas Muhammadiyah Malang ini menunjukkan bahwa inovasi dan kolaborasi dapat menjadi kunci dalam memajukan produk lokal dan menjaga warisan budaya. Dengan memperkenalkan kain Sasirangan ke pasar Jawa Timur melalui media sosial, para mahasiswa ini tidak hanya membantu meningkatkan visibilitas produk, tetapi juga berperan dalam memperkuat ekonomi lokal dan melestarikan tradisi. Keberhasilan program ini dapat menjadi inspirasi bagi inisiatif serupa di masa depan, di mana teknologi dan budaya dapat berjalan beriringan untuk mencapai tujuan yang lebih besar. (*)