MEMOX.CO.ID — Ijen Cendekia Nusantara (ICN) Bondowoso merilis laporan capaian statistik pemerintahan pasangan Bupati Bondowoso dan Wabup H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag – KH. As’ad Yahya Syafi’i (RAHMAD tahun 2025). Ini sebagai evaluasi satu tahun pemerintahan Kabupaten Bondowoso berbasis data resmi.
Laporan tersebut mencatat pertumbuhan ekonomi Bondowoso mencapai 6,46 persen, tertinggi di kawasan Sekarkijang dan peringkat kedua di Jawa Timur.
Koordinator Divisi Analisis Kebijakan ICN Bondowoso, Alfa Reza, M.PP menyampaikan, perlambatan konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah menjadi indikator penting yang perlu diwaspadai. Meski demikian, ICN mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum sepenuhnya mencerminkan kesejahteraan masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi Bondowoso secara statistik memang impresif. Namun konsumsi rumah tangga yang melambat, bahkan sempat terkontraksi, menunjukkan dampaknya belum merata. Ini yang kami sebut sebagai potensi pertumbuhan ekonomi semu,” ujarnya dikonfirmasi, Minggu (28/12/2025).
Dia menilai struktur ekonomi Bondowoso masih terlalu bertumpu pada sektor primer, sehingga rentan terhadap fluktuasi eksternal. Sementara itu, sektor pariwisata yang diharapkan menjadi pengungkit ekonomi belum menunjukkan kinerja optimal. Hingga Oktober 2025, tingkat hunian hotel rata-rata hanya 31,81 persen, dengan lama tinggal wisatawan sekitar 1,04 hari.
Dari sisi tata kelola fiskal, realisasi PAD Bondowoso tercatat baru 79,49 persen, sedangkan realisasi belanja daerah 70,64 persen hingga akhir Desember 2025. Pihaknya mendorong percepatan digitalisasi PAD, optimalisasi aset daerah, serta belanja yang lebih berkualitas dan berdampak langsung pada ekonomi lokal.
Di tengah catatan kritis tersebut, Ia juga mengapresiasi kenaikan Indeks Inovasi Daerah menjadi 63,41 serta penurunan tingkat kemiskinan dan pengangguran. Namun, menurutnya, tantangan ke depan adalah memastikan pertumbuhan ekonomi benar-benar inklusif dan berkelanjutan.
“Tanpa penguatan tata kelola, diversifikasi ekonomi, dan investasi serius pada SDM, capaian ekonomi berisiko berhenti di atas kertas. Tetapi jika momentum ini dimanfaatkan, Bondowoso punya peluang besar mendorong pertumbuhan yang merata dan benar-benar BERKAH bagi masyarakat,” pungkasnya.(rif/syn)
