Heritage Kajoetangan Malang Harus Memiliki Ciri Khas Seperti Malioboro

Luqman Dzul Hilmi, SE., MBA. Dosen Program Studi Manajemen, FEB, UMM.

Dengan diterapkannya satu arah oleh Pemkot Malang di kawasan Haritage Kajoetangan tidak hanya arus lalu lintas yang diperhatikan tidak kalah pentingnya perkembangan ekonomi UMKM yang ada.

Harus dibentuk paguyuban UMKM agar mereka bisa saling berkoordinasi sehubungan dengan harga makanan maupun produk
yang mereka terapkan istilahnya standarisasi harga yang telah disepakati agar tidak ada penjual yang nakal dengan menaikkan harga secara sepihak,” ujarnya

Anggota Pusat Pengembangan Manajemen (PPM) UMM ini menambahkan, hadirnya Haritage Kajoetangan ini harus memiliki ciri khas, termasuk diberikan tempat khusus bagi Mikrolet yang biasa melintas di jalur tersebut agar tidak menjadi permasalahan bagi kelangsungan hidup para sopir mikrolet ini.

“Oleh karena itu harus ada solusi yang tepat dari Pemkot Malang bekerjasama dengan pihak kepolisian semisalnya dengan membangun Halte bagi penumpang dan tidak menunggu terlalu lama sama seperti yang ada di jalur Malioboro,” ucapnya.

Dirinya juga meminta agar selalu dimonitoring perkembangan kedepannya apakah penerapan satu jalur ini benar benar berdampak meningkatkan perekonomian dan wisata Kota Malang.

“Pastinya setelah saya lihat arus lalu lintas setelah diberlakukannya sistem satu jalur di kawasan Haritage Kajoetangan arus kendaraan berjalan lancar walaupun masih ada masyarakat yang kontra atas kebijakan ini semua itu dapat diatasi dengan saling berkomunikasi,” ungkapnya. (fik)