Indeks

Fatayat NU Bondowoso Perkuat Jaringan, Dorong Edukasi dan Perlindungan Perempuan

Fatayat NU Bondowoso Perkuat Jaringan, Dorong Edukasi dan Perlindungan Perempuan
PC Fatayat NU Bondowoso melakukan pelantikan PAC Fatayat se-Bondowoso di pendopo Bupati RBA. (foto:Arif/memox)

MEMOX.CO.ID — Pengurus Cabang Fatayat NU Bondowoso menggelar pelantikan pengurus anak cabang (PAC) Fatayat NU se-Bondowoso, mengusung tema “mewujudkan kader aktif, kreatif, produktif serta komunikatif di era modernisasi. Kegiatan tersebut berlangsung di pendopo Bupati RBA, Sabtu (22/11/2025).

Ketua PC Fatayat NU, Liniatul Maklufah menyampaikan, Fatayat NU terus memperkuat komitmen dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan berkeadilan bagi perempuan dan anak di Kabupaten Bondowoso. Berbagai program strategis telah dan sedang dijalankan sebagai bentuk ikhtiar bersama dalam meminimalisir pernikahan usia dini, kekerasan dalam rumah tangga, serta kekerasan berbasis gender.

Melalui kerja sama lintas lembaga termasuk Pengadilan Agama, LKP 3A, PGRI, Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan Fatayat NU melaksanakan program pemberdayaan perempuan yang berfokus pada edukasi, pendampingan, dan penguatan kapasitas masyarakat.

“Sinergi ini menjadi langkah penting untuk memastikan, perempuan tidak hanya mendapatkan perlindungan, tetapi juga ruang untuk berkembang dan berdaya,” ujar Liniatul Maklufah.

Ia menegaskan Fatayat NU juga mengembangkan program pesantren ramah anak, sebuah inisiatif yang bertujuan membangun lingkungan pesantren yang bebas dari bullying, kekerasan antar santri, serta bentuk-bentuk pelanggaran hak anak lainnya. Saat ini program tersebut telah berjalan di Pesantren Nurussalam, Sumber Kemuning Tamanan, dan akan diperluas ke pesantren-pesantren lain di wilayah Bondowoso.

“Pesantren adalah ruang pendidikan karakter. Karena itu, penting bagi kita memastikan bahwa setiap santri tumbuh dalam situasi yang aman, nyaman, dan penuh kasih,” tegasnya.

Menurutnya, Fatayat NU juga menyelenggarakan kegiatan parenting di SMPN 2, tidak hanya di lingkungan pesantren yang bertujuan memberikan pemahaman kepada para orang tua mengenai pola asuh positif dan pencegahan kekerasan terhadap anak. Program ini dirancang sebagai kegiatan berkelanjutan dan kini semakin diperkuat dengan dukungan mobil operasional untuk memudahkan mobilitas dan pelayanan masyarakat.

“Kami percaya bahwa upaya melindungi perempuan dan anak adalah tanggung jawab bersama. Fatayat NU akan terus bergerak, menggandeng berbagai pihak, dan menghadirkan program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” sambungnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PKB, Ubaidillah, menegaskan komitmennya untuk terus berkhidmat kepada Nahdlatul Ulama (NU) dan Fatayat NU. Putra daerah Bondowoso ini menyatakan dukungannya melalui berbagai program sosial, kemasyarakatan, serta pelatihan yang akan digelar secara berkala bersama Fatayat.

Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, pada tahun 2025 Ubaidillah menyerahkan satu unit mobil operasional kepada pengurus Fatayat NU Bondowoso. Ia berharap kendaraan ini dapat dimanfaatkan untuk kepentingan umat dan memperluas jangkauan layanan sosial Fatayat di masyarakat.

Ubaidillah juga menyamkan kesiapannya untuk terus memberikan motivasi, masukan, dan dukungan kepada Fatayat serta seluruh badan otonom NU dalam mengembangkan peran pendidikan dan sosial. “Sebagai warga NU, saya akan selalu mendorong dan mendampingi teman-teman agar terus bergerak dan memberi manfaat seluas-luasnya,” pungkasnya.(rif/syn)

Exit mobile version