Indeks

Fakta Baru! Sebelum Pasutri di Lawang Gantung Diri dan Alami Luka Tusuk, Malamnya Sempat Cekcok

FT. Petugas kepolisian saat mendatangi rumah duka di Desa Ketindan, Kecamatan Lawang Kabupaten Malang. (MemoX/istimewa).
FT. Petugas kepolisian saat mendatangi rumah duka di Desa Ketindan, Kecamatan Lawang Kabupaten Malang. (MemoX/istimewa).

Malang, MEMOX.CO.ID – Polisi masih terus mendalami kasus Pasangan Suami Istri (Pasutri) di Desa Ketindan, Kecamatan Lawang Kabupaten Malang yang ditemukan meninggal dunia secara tragis di dalam rumah pada Selasa (22/7/2025) pagi.

Suami yang bernama Arik Wicaksono dikabarkan meninggal dengan cara gantung diri di dalam rumah. Sedangkan sang istri Iin Handayani, alami luka tusuk di bagian perut, dada, paha dan bahu. Cuma, ia dinyatakan meninggal dunia setelah di bawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lawang.

Kapolsek Lawang AKP Moh Lutfi mengatakan, dirinya masih terus mendalami motif pasutri ini meninggal secara tragis. Cuma, pada hari Senin tanggal 21 Juli 2025 sekira pukul 17.00 WIB, sang suami yang bernama Arik pulang ke rumahnya usai bekerja. Kemudian di malam itu, terjadi pertengkaran antara mereka berdua.

“Mereka cekcok karena saudara Arik mau meminjam motornya tetapi tidak diperbolehkan, dikhawatirkan tidak pulang,” katanya.

Sebab, motor tersebut akan digunakan untuk berjualan. Pada hari Selasa tanggal 22 Juli 2025 sekira pukul 08.30 WIB, Iin berpamitan akan berangkat berjualan makanan di SDN Ketindan 3 kepada ayahnya yang bernama Kasum. Tetapi ia masuk ke kamar lagi untuk mengambil tas, sedangkan sang ayah langsung ke samping rumah memberi makan ayam.

Lima belas menit kemudian, sang ayah yang bernama Kasum kembali masuk rumah dan mendengar rintihan. Ternyata Iin tergeletak di dalam kamar dengan keadaan luka-luka.

“Iin ini ada di kamar merintih dengan tertutup selimut dan terlihat ada beberapa luka terbuka di badannya,” jelasnya.

Di sanalah, ia meminta bantuan warga dan membawa Iin ke RSUD Lawang. Di waktu yang bersamaan pula, Kasum mencari suami Iin. Ternyata, Arik ditemukan meninggal dunia dalam keadaan tergantung di kamar belakang dengan keadaan lidah keluar.

Atas kejadian tersebut, keluarga melalui perangkat desa melaporkan ke Polsek Lawang untuk ditindaklanjuti. “Pada pukul 09.00 WIB, saudari Iin Handayani dinyatakan meninggal dunia di RSUD Lawang,” pungkasnya. (nif).

Exit mobile version