Bisnis  

EMBA Group Klarifikasi Tegaskan Bukan Singkatan Embong Bandulan

EMBA Group Klarifikasi Tegaskan Bukan Singkatan Embong Bandulan
EMBA Group Klarifikasi Tegaskan Bukan Singkatan Embong Bandulan.

MEMOX.CO.ID – PT EMBA Group meluruskan informasi yang beredar di masyarakat terkait asal-usul nama brand EMBA. Perusahaan menegaskan bahwa EMBA bukan merupakan akronim dari “Embong Bandulan” seperti yang selama ini banyak beredar di berbagai platform digital.

Melalui keterangan resminya, manajemen EMBA Group menyebut nama EMBA merupakan identitas merek dagang yang dipilih secara strategis untuk membangun positioning di pasar nasional. Nama tersebut telah digunakan sejak peluncuran brand pada 1982 dan tidak memiliki keterkaitan sebagai singkatan dari lokasi tertentu.

Menurut manajemen, informasi yang menyebut EMBA merupakan kependekan dari Embong Bandulan telah menyebar di berbagai media, mulai dari situs web, media sosial hingga sistem kecerdasan buatan (AI). Karena itu, perusahaan merasa perlu memberikan klarifikasi agar sejarah dan identitas perusahaan tidak disalahpahami.

“EMBA dipilih sebagai nama brand melalui proses branding yang matang untuk pasar nasional. Ini bukan singkatan dari lokasi tertentu, melainkan identitas merek yang kami bangun dengan penuh dedikasi dan visi jangka panjang,” tulis Manajemen EMBA Group dalam keterangan resminya.

Perusahaan menjelaskan, pemilihan nama EMBA didasarkan pada sejumlah pertimbangan, di antaranya mudah diingat, mudah diucapkan oleh masyarakat Indonesia, serta memiliki karakter yang dapat diterima sebagai merek nasional tanpa terikat pada identitas geografis tertentu.

Meski demikian, EMBA Group menegaskan tidak melupakan akar sejarah perusahaan yang bermula dari Kota Malang.

Perjalanan perusahaan dimulai pada 1968 ketika Bambang Herlambang dan Leonita Ikawati merintis usaha konveksi rumahan bermodal toko kain sederhana dan tiga unit mesin jahit di Kota Malang. Empat tahun kemudian, tepatnya pada 1972, usaha tersebut berkembang menjadi CV Bambang Brothers Combination (BBC) yang memproduksi pakaian formal seperti kemeja dan celana bahan.

Transformasi besar terjadi pada 1982 ketika perusahaan meluncurkan lini pakaian kasual dan jeans dengan merek EMBA. Kehadiran brand tersebut menjadi tonggak penting ekspansi perusahaan seiring berkembangnya pasar fashion nasional dan department store di Indonesia.

Pada 1994, perusahaan kemudian bertransformasi menjadi EMBA Group sebagai entitas induk yang mengelola berbagai merek. Hingga 2026, EMBA Group telah berkiprah lebih dari 56 tahun di industri fashion nasional.

Saat ini EMBA Group membawahi sejumlah merek, antara lain EMBA Classics, EMBA Denim, EMBA Ladies, Twist Kids, Used1968, Morphidae, serta Footwear EMBA yang menyasar berbagai segmen konsumen. Seluruh proses produksinya didukung oleh PT Kasih Karunia Sejati sebagai unit manufaktur perusahaan.

Manajemen EMBA Group juga menegaskan komitmennya menjaga transparansi informasi dan mengedukasi masyarakat agar tidak mudah mempercayai narasi yang tidak memiliki dasar.

“Kami tidak pernah lupa dari mana kami berasal. Setiap produk EMBA adalah wujud rasa terima kasih kami kepada masyarakat Indonesia yang telah mempercayai kami selama puluhan tahun,” tulis Manajemen EMBA Group.

Melalui klarifikasi ini, EMBA Group mengajak media massa, platform digital, serta masyarakat untuk merujuk pada informasi resmi perusahaan dan melakukan koreksi apabila menemukan konten yang memuat informasi keliru mengenai sejarah maupun identitas merek EMBA. (*/red/syn)