MEMOX.CO.ID – Puluhan siswa dan dua orang guru di MTs Al-Khalifah Kelurahan Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang dilarikan ke RSUD Kanjuruhan setelah mengalami mual, muntah, dan nyeri perut usai menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari dapur SPPG Mangunrejo, Kecamatan Kepanjen.
Peristiwa yang terjadi Kamis (23/10/2025) kemarin sekitar pukul 10.30 WIB itu, sebanyak kurang lebih 24 orang termasuk dua orang guru mengalami keluhan serupa. Yakni mual, muntah, dan nyeri perut.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Budiar Anwar menyebut, dirinya sudah menguji sampel makanan dari dapur SPPG Mangunrejo yang terdiri dari ayam goreng, sayur jagung, wortel, nasi, tahu saos barbeque, dan buah pisang.
“Kami sudah uji lab sampel makanan, kemudian wadah atau ompreng makanan dan juga mungkin dari muntahan dan sebagainya,” katanya.
Kendati dengan demikian, apakah ini murni keracunan MBG atau tidak, ia menyebut perlu menunggu hasil uji laboratorium yang telah dilakukan oleh petugas yang berwenang. Apalagi kejadian ini baru pertama kali di Kabupaten Malang.
“Ya memang kejadian ini kan baru pertama kali di Kabupaten Malang, kita harus menunggu hasil lab. Apakah dari makanannya, apa ayamnya, atau yang lain, nah itu kami kurang tahu,” katanya.
“Nanti kita tunggu sama-sama. Nanti kita akan sampaikan apa penyebab mereka mual, muntah dan sebagainya,” lanjutnya.
Saat disinggung soal apakah dapur MBG Mangunrejo ini mengantongi Sertifikat Laik Higienis Sanitasi (SLHS) mengingat masih banyak dapur MBG di Kabupaten Malang dilaporkan banyak yang belum mengantongi SLHS, ia menyebut sudah.
“SPPG yang mendistribusikan ini sudah mengantongi SLHS. Kami akan mendalami kepada dapur dan sambil menunggu hasil laboratorium keluar,” katanya.
Sementara itu, Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinanjar mengatakan agar masyarakat dan orang tua untuk tetap tenang. Kejadian ini sedang dilakukan pemeriksaan dan sampel makanan juga telah diambil Polisi untuk diuji lebih lanjut.
“Kami masih menunggu hasil uji sampel makanan untuk memastikan penyebab pastinya. Yang jelas semua korban sudah mendapat perawatan,” katanya.
“Kami akan meminta pihak penyedia makanan untuk mengetahui proses pengolahan dan distribusinya,” pungkasnya. (nif/ume).






