Indeks

Dua Setengah Bulan Ke Depan Beras di Kabupaten Malang Aman, Stok Masih 194 Ribu Ton

FT. Ilustrasi beras melimpah. (MemoX/istimewa)
FT. Ilustrasi beras melimpah. (MemoX/istimewa)

Malang, MEMOX.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang memastikan stok beras untuk kebutuhan masyarakat aman hingga 2,5 bulan ke depan. Posisi ketersediaan beras disebut mencapai 194.585,83 ton. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Malang Mahila Surya Dewi.

Mahila mengatakan bahwa, ketersediaan stok beras di Kabupaten Malang saat ini cukup stabil karena Gabah Kering Giling (GKG) sebesar 234.037 ton. Selain itu, produksi beras mencapai 150.017,68 ton dari target total luas panen 35.406 hektare.

“Ditambah stok akhir Juni 44.568,15 ton sehingga proyeksi ketersediaan beras untuk Kabupaten Malang sebanyak 194.585,83 ton,” katanya Kamis (24/7/2025) kemarin.

Mahila menambahkan, dari jumlah 194 ribu ton inilah, diakui bisa tahan sampai 2,5 bulan kedepan. Namun, hal yang harus diwaspadai adalah, adanya beras oplosan yang sudah masuk ke wilayah Kabupaten Malang.

Mahila mengatakan bahwa, ada 26 merek beras premium terindikasi beras oplosan yang sudah beredar di wilayah Kabupaten Malang. Tetapi, 26 merek itulah lambat laun mulai hilang diperedaran.

“Yang terindikasi ada 26 tapi di toko-toko itu sudah tidak banyak ditemukan,” katanya.

Kendati dengan demikian ia menghimbau, agar masyarakat berhati-hatilah dalam memilih beras. Mending mengkonsumsi beras lokal milik Kabupaten Malang saja. Mengingat ketersediaan stok di Kabupaten Malang cukup melimpah.

“Memang beras lokal kita kurang glowing ya karena Kabupaten Malang belum punya mesin kebi. Tapi Alhamdulillah sudah ada bantuan satu mesin kebi dari Bank Indonesia (BI),” katanya.

“Kami juga sudah menyampaikan ke dewan kalau mesin kebi ini sangat dibutuhkan oleh petani padi,” lanjutnya.

Sebab, mesin ini bisa mempoles beras semakin lebih bersih dan putih. Karena, hal itu menggunakan semprotan air bertekanan tinggi yang bisa membuat beras semakin bersih.

“Jangan sampai beras kita yang terkenal enak dan bagus bahkan tertinggi di Jawa Timur ini hanya sebagai beras oplosan atau campuran saja. Maka kita sangat membutuhkan mesin kebi ini,” pungkasnya. (nif)

Exit mobile version