Ditangani Santri, Pesantren Roudlatul Muta’allimien Sukses Panen Bawang Merah

Ditangani Santri, Pesantren Roudlatul Muta'allimien Sukses Panen Bawang Merah
Hasil panen perdan budidaya bawang merah yang dilakukan santri Ponpes Raudlatul Muta'allimien Wonoasih Kota Probolinggo. (foto: hud)

Sementara, Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren) Jawa Timur KH Faiz AHZ, M.Fi, berharap upaya pengembangan sektor bisnis dan ekonomi pesantren, yang mandiri dan berdaya saing tinggi dengan memberdayakan potensi terus berkesinambungan.

Seperti budidaya bawang merah untuk mendukung ketahanan pangan yang mendapat support Bank Indonesia melalui program gerakan nasional pengendalian inflasi pangan (GNPIP). Diharapkan santri dan lingkungan sekitar pesantren bahu membahu untuk mendukung ketahanan pangan guna kemandirian ekonomi.

Begitu juga, pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan sekaligus menjadi wadah pencetak kader-kader penggerak ekonomi umat dan memiliki peran strategis dalam menjaga keterkaitan antara dunia modern dengan keagamaan.

“Pesantren saat ini tidak hanya fokus pada bidang pendidikan saja, melainkan harus memiliki kemampuan dalam mengelola ekonomi dan bisnis untuk kesejahteraan pesantren maupun umat pada umumnya,” terangnya.

Terlebih lagi, Hebitren bukan hanya menjadi wadah kepentingan ekonomi dan bisnis saja, namun menjadi wadah silaturahim dan bentuk kontribusi pondok pesantren dalam menjaga marwah dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Mari bersama-sama bersinergi dalam wadah Hebitren untuk menjadikan seluruh pesantren di Indonesia mandiri secara finansial, mandiri secara ekonomi, mandiri secara bisnis,”pungkas Faiz. (hud/ono)