Daster Bermotif Lurik Khas Malangan, Hasil Karya Peni Budi Astuti

  • Bagikan
PERKENALKAN: Peni Budi Astuti adalah seorang founder dari "Diopeni Lurik" saat memberikan penjelasan seputar daster lurik bermotif bordir khas Malangan.

Kota Malang, Memox.co.id – Peni Budi Astuti adalah seorang Founder dari “Diopeni Lurik” yang memproduksi sejumlah daster lurik bermotif bordir khas Malangan, Jum’at (05/08/2022).

Hadirnya pandemi membuat salah satu ibu rumah tangga ini menciptakan ide barunya dalam lingkup usahanya. Berangkat dari kecintaannya terhadap fashion, ia berinovasi untuk menciptakan produk bagi para ibu dirumah.

Menggunakan bahan baku tenun, ia mencoba memasukan unsur budaya melalui hasil karya perempuan tenun di daerah Sukoharjo. Mayoritas daster berbahan katun, Peni mengusung formula baru berbahan dasar tenun.

Melalui inovasinya, ia bermitra dengan penjahit, pembordir, dan pengrajin lain untuk membuat sebuah tim produksi daster luriknya.

“Saya mulai dari bulan Mei 2020, membuat produk daster lurik bermotif bordir. Produk utamanya daster, kemudian turunannya menjadi tunig, masker, conector, bantal, sandal, dan lain-lain,” katanya.

Untuk pemasaran bisa melalui reseller dan juga dipajang di Hotel Grand Mercure, Butik Shalimar, Oleh-Oleh Batu, MK Cafe, dan di rumah.

Peni menjual dasternya mulai dari harga Rp 200-300 ribu. Koleksi lainnya seperti sandal Rp.75-85 ribu, masker Rp 20 ribu, bantal 75rb, dan lain-lain. (mg1/rco)

  • Bagikan