Dalam Sebulan Jerih Payah Warga Papungan Terbayarkan, Ubah Sungai Kumuh Jadi Lebih Cantik

321
0
Wajah baru Sungai Krebet yang bebas dari sampah.
Wajah baru Sungai Krebet yang bebas dari sampah.

Blitar, Memox.co.id – ‘Urip iku urup’, itulah slogan Kampung Moedjair, Desa Papungan. Berupaya diwujudkan warganya dengan merubah wajah Sungai Krebet yang tadinya kumuh menjadi lebih bersih.

Sejak satu bulan yang lalu, warga Desa Papungan mulai bergotong royong dan bekerja keras membersihkan sungai yang dipenuhi dengan sampah.

Salah satu warga, Edi Windiantono, menjelaskan awalnya Sungai Krebet memang sangat kumuh, setelah itu ada beberapa warga dan juga komunitas Kampung Moedjair memiliki kesadaran untuk membersihkannya.

Kondisi sungai yang bersih dimanfaatkan anak-anak untuk bermain air.

“Sebelumnya memang ini Kali kumuh, sampah berserakkan dimana-mana. Alhamdulillah, sekarang kondisinya bersih, tempatnya asri dan cocok buat ngopi,” tuturnya.

Pembersihan sendiri, dilakukan hampir tiap hari. Secara sukarela warga membersihkan sampah yang menumpuk di beberapa titik, sehingga keadaan sungai lebih bersih. Di lokasi tersebut kini diberi nama ‘Lumban Kampung Moedjaer’.

“Tiap hari kali ini dibersihkan, bahkan musim hujan seperti sekarang, sampah-kan banyak yang mengalir. Jadi membersihkannya harus lebih sering,” imbuh Edi.

Ibu-ibu asyik ‘piknik’ di pinggiran Sungai Krebet.

Tak berhenti di pembersihan sungai, bagian tepi sungai juga ditanami beragam tanaman Toga, seperti, Kunyit, Jahe Temulawak, Sirih, Kencur dan lainnya.

Kini hampir tiap hari Sungai Krebet ramai dikunjungi orang, mulai dari anak-anak hingga ibu-ibu-pun mengunjungi sungai ini untuk sekedar bersantai atau berswafoto.

Baca Juga: Kiano Jualan Kue Buat Biaya Hidup

“Tujuan kami (membersihkan sungai, red) bukan untuk mencari untung, tapi lebih ke menggugah kesadaran masyarakat menjaga lingkungan. Jangan buang sampah di sungai, lestarikan alam untuk keberlangsungan hidup anak cucu kita kelak,” tukas Doni, salah satu pegiat komunitas Kampung Moedjair. (red)