Batu, Memo X
Politik uang di Kota Batu menjelang Pemilu 2019 April mendatang dirasa sangat tinggi oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Batu. Total 62 persen hasil survei yang dilakukan, masyarakat Kota Batu pernah menerima uang dan enggan melaporkan. Tragisnya mereka masih berharap ada lagi bagi-bagi uang dalam pemilu mendatang.
Meski tahu dan menjadi penerima, rata-rata masyarakat tidak mau melapor ke pihak Bawaslu Kota Batu dan pihak Kepolisian. Uang sogokan sebutan masyarakat masih dinanti menjelang pilihan, bahkan masyarakat siap memilih siapa calon yang memberikan sogokan dengan nominal tertinggi.
“Sangat mengkhawatirkan, bahkan mereka berharap dapat lagi. Dari total 144 responden, 62 persen mengetahui, sisanya 27 persen malah menjadi pelaku,” ungkap Anggota Bawaslu Kota Batu Divisi Pengawasan Hubungan Antar Lembaga dan Hubungan Masyarakat, Yogi Eka Chalid Farobi, Rabu (27/3/2019).
Uang sogokan, jelas Chalid, sangat merusak demokrasi dan merugikan banyak pihak. Masyarakat harus bersikap lebih bijak dan menyuarakan hak pilihnya kepada calon yang diyakini bisa menjadi wakil mereka.
“Jadi tidak memilih karena sudah dikasih uang dan iming-iming jika mereka sudah jadi. Jangan terlibat politik uang, kalau tahu laporkan kepada kami,” ungkapnya.
Biasanya, sogokan dibagikan oleh beberap calon tak bertanggung jawab menjelang hari H dan masa kampanye terbuka saat ini. Untuk membendung itu semua, peran serta masyarakat sangat diperlukan, jangan sampai hanya diam saat mengetahui.
“Langkah kami, selain melakukan pengawasan dengan ketat, masyarakat lebih partisipatif dalam pengawasan adanya potensi politik uang yang menyebar,” keluhnya.
Karena dengan hal itu, bisa mempersempit dan mencegah politik uang. ” Harapan kami masyarakat menjadi pemilih cerdas, jika ada informasi berani melaporkan dan kami bisa melakukan pendalaman. Kami berjanji akan melindungi identitas si pelapor,” janjinya.
Sempat tak percaya dengan isu tersebut, pihak media pun sempat mensurvei 5 orang secara acak. Hasilnya semua responden memang mengiyakan dan berharap mendapatkan lagi uang dari satu bahkan lebih caleg yang maju dalam pemilu.
“Dulu kami juga dapat, selain uang mereka menjanjikan pembangunan dan program yang bisa dirasakan masyarakat. Saya gak peduli pokok mendapatkan uang,” tawa responden yang enggan namanya disebut.
Senada, responden kedua dan seterusnya pun mengungkapkan hal yang sama. Rata-rata menjelang hari H, mereka mendapatkan uang Rp 50 ribu hingga Rp 150 ribu dari tim pemenang caleg. Hanya dengan mensetorkan foto kopi KTP kepada tim, mereka sudah bisa menerima uang tersebut.
“Ya cukup setor KTP saja, terus dikasih. Kadang setor KTPnya seMinggu sebelum coblosan. H-1 baru kami dikasih, kadang ketika kami menuju TPS,” tutupnya. (lih/jun)
Survei Bawaslu, Masyarakat Batu Banyak Yang Mengharapkan Uang Dari Caleg






