MEMOX.CO.ID – Agustus hampir selesai. Bendera masih berkibar. Di kampung ada lomba, di kota ada karnaval. Di Lawang Kabupaten Malang, perayaan memilih jalan lain: duduk, menonton, dan merenung.
Oak Lawang Hotel & Convention menggelar OAKsperience, berupa panggung hiburan wayang kulit dengan lakon “Drupadi Wanito Pinilih”, Sabtu (29/8/2026) malam. Sebuah cerita lama tentang perempuan yang menerima takdir, ruang, dan waktu, lalu menjadikannya bhakti.
Pertunjukan ini bukan sekadar hiburan. Ia kelanjutan dari Penetapan Satgas Peduli Air yang digelar di tempat yang sama. Air, hutan, dan peradaban diletakkan dalam satu baris.
Malam itu Oak Lawang menjadi ruang temu. Datang Dodik Purwoko, pendiri sekaligus Ketua Umum Dewan Majelis Nasional Formasy Praja Nusantara bersama Yoyok Yuliono Ketua DMD FPN Kota Batu.
Hadir pula Ambasador OAK Lawang, Ki Argo Setyo, Ki Tohari,Kiswara, Saifulrohman dan para sesepuh PEPADI, Kaweruh Batin Tulis Papan Kasunyatan, Paguyuban BATIK KITAB BATIK Singosari, Satgas Peduli Mata Air Nusantara, Satgas Basis DELING, Ki Fanani Besalen Tumapel, Yayasan Salam Satu Jiwa, PPMAL, Komunitas Kopi Peradaban Gunung Arjuno, Paguyuban Komunitas Sungai Indonesia, hingga jejaring jurnalistik KAIROS.
Semua berkumpul di “Episentrum 1000 Lawang”, sebuah laboratorium kecil bernama Eko Bio Culture Tourism Support System. Tempat pariwisata tidak hanya menjual pemandangan, tetapi merawat asal-usulnya: budaya dan ekologi.
Dalam sambutannya, Dodik Purwoko mengaitkan lakon Drupadi dengan kerja kebangsaan hari ini.
“Drupadi menerima nasib atas waktu dan ruang sebagai manusia. Ia diikutkan menentukan peradaban. Ia bukan lagi sosok, tetapi titipan pesan moral: bhakti untuk negeri dan pengabdian kepada kehidupan,” katanya.
Bagi FPN, bernegara adalah soal etika. Menjadi warga adalah soal hukum. Dan keduanya akan runtuh jika kita lupa pada air.
“Mengabaikan tata kelola air sama artinya dengan melumpuhkan peradaban,” tegasnya.
Di kesempatan itu, FPN melantik Guntur Bisowarno dari Bammbo Spirit Nusantara sebagai anggota Divisi Humas Dewan Majelis Nasional. Tugasnya: mengawal dan mengkolaborasikan kampus, komunitas, dan masyarakat untuk program “menjaga dan memulihkan sumber daya air dan konservasi air” di kawasan hutan Divisi Regional Jawa Timur.
Langkah ini akan diteruskan bersama jejaring Pasuruan Raya: Romsul Hasbawi Ketua DMD FPN Pasuruan Raya, Sutikno Ketua LSM Laskar Merah Putih, Gio Kabiro Media, dan GM GRIB Pasuruan Raya. Tujuannya jelas: mitigasi krisis air.
Kepala Bakorwil III Malang Asep Kusdinar, menyampaikan apresiasinya. Baginya, kolaborasi seperti ini penting. Bukan hanya untuk memeriahkan Agustus, tetapi untuk kerja Panjang, pembangunan di Pasuruan, Megapolitan Malang Raya, Koridor Selatan 2045, dan Jawa Timur.
Wayang selesai ketika malam makin larut. Gamelan berhenti. Tapi pesannya tinggal: bahwa merdeka bukan hanya bebas dari penjajahan. Merdeka juga berarti punya air, punya hutan, dan punya cara untuk menjaganya.
Seperti Drupadi. Tenang, menerima, dan terus berbhakti.(dik/syn)
