Indeks

Ancak Agung Kironggo di Sekarputih Libatkan 42 Kelompok, Padukan Maulid, Kemerdekaan dan HJB

Ancak Agung Kironggo di Sekarputih Libatkan 42 Kelompok, Padukan Maulid, Kemerdekaan dan HJB
Camat Tegalampel, Rifky Hariady, di dampingi Lurah Sekarputih, Rizal Hidayat, bersama Ketua MWCNU Tegalampel Ustad Haryono dikonfirmasi saat menghadiri kegiatan pawai ancak agung, 29 Agustus 2026. (foto:arif/memox)

MEMOX.CO.ID – Tradisi Ancak Agung Kironggo kembali digelar meriah di Kelurahan Sekarputih, Kecamatan Tegalampel, Bondowoso. Sedikitnya 42 kelompok masyarakat ambil bagian dalam pawai budaya yang dipadati ribuan warga, Sabtu (29/8/2026).

Pawai dimulai dari Kantor Kelurahan Sekarputih menuju kawasan Makam Kironggo. Peserta menampilkan beragam kreasi, mulai hasil bumi, ornamen tradisional, hingga sajian bernuansa religi dan budaya.

Camat Tegalampel Rifky Hariady mengatakan, Ancak Agung bukan sekadar agenda tahunan, tetapi memiliki nilai sosial, budaya, dan keagamaan yang penting bagi masyarakat.

“Ancak Agung tidak hanya melestarikan tradisi leluhur, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan dan kebersamaan masyarakat,” kata Rifky.

Tahun ini, Ancak Agung Kironggo dirangkai dengan tiga momentum sekaligus, yakni Maulid Nabi Muhammad SAW, HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, dan Hari Jadi Bondowoso (HJB) ke-207.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi. Melalui kegiatan tersebut, generasi penerus dapat mengenal sejarah dan budaya sekaligus memahami nilai yang membentuk identitas masyarakat Bondowoso.

Rifky menyebut perpaduan tiga momentum dalam kegiatan tersebut membawa pesan tentang rasa syukur, kecintaan kepada Rasulullah SAW, nasionalisme, serta kecintaan terhadap daerah.

Salah satu ciri khas Ancak Agung adalah hasil bumi yang diarak peserta. Hasil bumi tersebut menjadi simbol rasa syukur atas rezeki dan keberkahan, kemudian dibagikan kepada masyarakat sebagai bentuk berbagi dan memperkuat solidaritas.

Sementara itu, Lurah Sekarputih Rizal Hidayat mengapresiasi antusiasme masyarakat yang terlihat dari keterlibatan 42 kelompok dalam kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, antusiasme masyarakat luar biasa. Ada 42 kelompok yang berpartisipasi dengan kreativitas masing-masing. Ini menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan masyarakat Sekarputih,” ujar Rizal.

Rizal menegaskan, Ancak Agung mengandung nilai syukur, doa, silaturahmi, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama. Karena itu, tradisi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai tontonan, tetapi terus diwariskan kepada generasi muda.

“Maulid mengajarkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, kemerdekaan mengingatkan perjuangan para pahlawan, sedangkan Hari Jadi Bondowoso mengajak kita mencintai daerah dan menjaga warisan leluhur. Semuanya bertemu dalam semangat kebersamaan,” katanya.

Ia berharap generasi muda ikut menjadi pelaku budaya agar Ancak Agung Kironggo tetap hidup dan menjadi bagian dari identitas masyarakat Sekarputih.

Meriahnya pelaksanaan Ancak Agung Kironggo menunjukkan bahwa tradisi lokal masih mampu menjadi ruang bertemunya nilai keagamaan, nasionalisme, budaya, dan gotong royong di tengah perkembangan zaman.(rif/syn)

Exit mobile version