Indeks

BEM Unej Peringati Hari Bumi dengan Tanam Pohon di Lokasi Bencana

BEM Unej Peringati Hari Bumi dengan Tanam Pohon di Lokasi Bencana
Giat tanam pohon di kawasan sekitar Desa Suci, Kecamatan Panti, Jember, Senin (26/4/2021).

Jember, Memox.co.id – Bentuk refleksi dan doa bersama peringati Hari Bumi juga mengenang Bencana Banjir Bandang tahun 2006 lalu. Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (BEM FEB) Universitas Jember (Unej) melakukan giat tanam pohon di lokasi bekas bencana. Tepatnya di kawasan sekitar Desa Suci, Kecamatan Panti, Jember, Senin (26/4/2021).

Giat yang juga akrab disebut penghijauan itu, dilakukan dengan menanam 400 bibit pohon kayu. Yang bibit pohon itu didapat dari pihak Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Jember.

Ketua BEM FEB Unej, Muhammad Zainur Risqi mengatakan, untuk penananan pohon itu, difokuskan pada daerah pinggiran Sungai Dinoyo, desa setempat.

“Dengan menanam 400 bibit pohon pada bantaran sungai, diyakini akan dapat memberikan kekuatan pada tanah di bantaran sungai untuk menahan aliran Sungai Dinoyo yang cukup kuat. Terutama ketika air sungai meluap setelah hujan,” kata Risqi panggilan akrabnya saat dikonfirmasi di lokasi penanaman pohon.

Terkait gerakan yang bertajuk ‘Gemati Bumi’ itu, memiliki makna gerakan merawat bumi yang diambil dari Bahasa Jawa.

“Gemati atau Gematos yang berarti merawat dengan baik atau penuh kasih. Dengan harapan, memberikan kebermanfaatan bukan hanya untuk saat ini, namun juga untuk anak cucu di masa depan. Supaya dapat melihat dan merasakan bumi seperti yang kita rasakan sekarang,” ujarnya.

Terkait refleksi musibah banjir bandang Panti yang terjadi pada lima belas tahun silam juga dibenarkan oleh pihak Kepala Desa setempat.

“Benar dulu di sini telah terjadi bencana nasional yakni banjir bandang Panti yang memakan korban kurang lebih 150 jiwa, dan di Desa Suci sini juga banyak yang menjadi saksi atas terjadinya bencana tersebut,” kata Kades Suci, Akhmad Suyuti saat dikonfirmasi terpisah.

15 tahun berlalu, kini warga sudah mulai pulih dari keterpurukan dan trauma. “Tapi semua masih bertahap, sekarang bertahap bangkit. Termasuk potensi UMKM dan wisata mulai berkembang di desa kami,” katanya. (ark/tog/mzm)

Exit mobile version