Batik Motif Covid-19 Laris Manis

Wakil Bupati Banyuwangi, H. Sugirah saat mendatangi stand batik Mertosari, salah satu UMKM asal Desa Balak, Kecamatan Songgon.

Banyuwangi, Memox.co.id – Batik motif Covid-19 buatan pengrajin batik Mertosari salah satu pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Desa Balak, Kecamatan Songgon diserbu pembeli.

Masa Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan para pelaku usaha di Banyuwangi menyerah begitu saja, seperti yang dialami pemilik Batik Mertosari, Fitriah. Dia dengan cerdiknya memanfaatkan situasi dengan berkreasi, dan menciptakan batik bermotif Covid-19, dan hasilnya sangat diminati para pecinta batik.

Fitriah mengaku, sejak pandemi Covid-19 melanda Bumi Pertiwi ini, banyak pecinta batik mencari yang bermotifkan Covid-19. Karena banyak yang mencarinya, akhirnya dirinya membuat batik yang saat ini sedang trend tersebut.

“Di sanggar kami banyak motif batik. Tapi saat ini yang paling laris batik yang bermotif Covid-19, apalagi batik motif ini sangat trend sekali,” kata Fitriah di bazar UMKM dihalaman kecamatan Songgon, Minggu, (28/3/2021) siang.

Pemilik sanggar batik Mertosari, Songgon, Fitriah memperlihatkan batik bermotif Covid-19 yang saat ini di Gandrungi para pecinta batik lokal maupun nasional. (F: Aras Sugiarto, Memo-X)

Fitriah mengungkapkan, terciptanya batik bermotif Covid-19 ini terinspirasi Pandemi Covid-19 yang melanda bangsa Indonesia yang sudah berlangsung satu tahun.

“Di masa Pandemi Covid-19 saya cari inspirasi untuk berkarya, dan tercetuslah ide untuk membuat karya batik dengan bermotif Covid-19, ternyata hasilnya sangat positif, batik ini jadi trend dan banyak dibeli oleh masyarakat,” terangnya.

Menurutnya, batik motif (Covid-19) ini satu-satunya batik yang ada di Banyuwangi yang diciptakannya. Dan ciri dan warnanya sangat berbeda dengan motif batik lainnya. Agar menarik daya beli, dirinya menciptakan motif batik Covid-19 dengan corak dan warna yang berbeda-beda.

“Batik yang saya ciptakan ini semi batik tulis, harga jualnya berkisaran Rp 200 ribuan,” terangnya.

Lanjut pemilik sanggar batik Mertosari, pembeli batik motif Covid-19 ini tidak hanya warga Banyuwangi saja. Tapi orang luar daerah Banyuwangi sangat meminati batik yang sedang trend ini.

“Pembelinya tidak hanya orang Banyuwangi saja. Tapi orang luar Banyuwangi juga banyak yang beli, mereka dari Bojonegoro, Jakarta, hingga Kalimantan. Tapi juga dari luar daerah seperti wilayah Bojonegoro, Jakarta, hingga Kalimantan. Saat ini saya sedang mengerjakan pesanan. Setiap satu Minggu sekali, saya merebus sampai 50 kain untuk motif ini saja,” paparnya.

Ia menambahkan, selain membuat batik motif Covid-19, dirinya juga menyediakan batik motif lokal Songgon yang sudah di patenkan.

“Di sanggar kami juga tersedia batik lokal yang bermotif buah durian, manggis, rambutan, hingga motif Sulurgodong yang diambil dari potensi lokal,” imbuhnya. (ras/mzm)