Indeks

LPTQ Bondowoso Evaluasi Pembinaan MTQ, Targetkan Prestasi Lebih Tinggi

LPTQ Bondowoso Evaluasi Pembinaan MTQ, Targetkan Prestasi Lebih Tinggi
Kabag Kesra Bondowoso, Mohammad Royhan Muktafi Billah bersama Kepala Kemenag Bondowoso, Moh. Ali Masyhur dikonfirmasi, Rabu, 14 Oktober 2026. (foto:arif/memox)

MEMOX.CO.ID – Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Bondowoso mengevaluasi capaian prestasi kafilah dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Jawa Timur sekaligus menyiapkan langkah perbaikan pembinaan untuk meningkatkan prestasi di masa mendatang.

Berdasarkan laporan pertanggungjawaban kepengurusan LPTQ periode 2020–2026, Bondowoso mencatat sejumlah prestasi dalam tiga kali penyelenggaraan MTQ tingkat Provinsi Jawa Timur, yakni pada 2021, 2023, dan 2025.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Bondowoso, Muhammad Royhan Muktafi Billah, berharap kepengurusan LPTQ selanjutnya mampu meningkatkan kualitas pembinaan dan menghasilkan lebih banyak peserta berprestasi.

“Harapannya, mudah-mudahan kepengurusan yang baru nantinya lebih baik dari tahun sebelumnya dan mampu melahirkan juara di tingkat provinsi maupun nasional,” ujarnya, dikonfirmasi awak media, Rabu (14/10/2026)

Ia menjelas pada MTQ 2021 di Kabupaten Pamekasan, kafilah Bondowoso berhasil meraih Juara I cabang Tartil Putri, Juara II Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) 20 Juz Putra, serta Harapan III Tilawah Remaja Putri.

Sementara pada MTQ 2023 di Kota Pasuruan, Bondowoso meraih Harapan I cabang Tilawah Anak Putri. Adapun pada MTQ 2025 di Kabupaten Jember, Bondowoso memperoleh Harapan II cabang 1 Juz Tilawah Putra.

“Dalam tiga gelaran MTQ terakhir, kafilah Bondowoso berhasil meraih sejumlah prestasi, mulai dari Juara I Tartil Putri pada 2021 hingga beberapa posisi harapan pada MTQ 2023 dan 2025.” jelasnya.

Menurutnya, salah satu poin evaluasi yang perlu diperkuat adalah intensitas pertemuan antar pengurus LPTQ. Koordinasi yang lebih rutin diharapkan dapat mendukung perencanaan program serta meningkatkan efektivitas pembinaan kafilah.

Selain evaluasi prestasi, pembahasan juga mencakup pengelolaan anggaran dan pertanggungjawaban dana hibah. Royhan menyebutkan, data penerima yang belum menyampaikan laporan pertanggungjawaban perlu diverifikasi kembali agar jumlah dan status penyelesaiannya dapat dipastikan.

Ia juga menjelaskan, pihaknya telah melakukan upaya penagihan dan memberikan surat peringatan kepada penerima yang belum menuntaskan laporan. Data tersebut akan diperiksa lebih lanjut untuk memastikan tindak lanjut sesuai ketentuan.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso, Moh. Ali Masyhur, menegaskan pentingnya penguatan organisasi LPTQ hingga tingkat kecamatan. Penataan kelembagaan tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi pembinaan yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan, pembinaan selama ini sebagian masih dilakukan secara individual. Ke depan, LPTQ diharapkan dapat mengoptimalkan penjaringan peserta dan melaksanakan pembinaan setelah tahapan seleksi sebelum kafilah dikirim ke tingkat provinsi maupun nasional.

“pentingnya penguatan LPTQ untuk meningkatkan pembinaan dan prestasi peserta,” pungkasnya.

Evaluasi kepengurusan ini diharapkan menjadi pijakan bagi LPTQ Bondowoso untuk memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan kualitas pembinaan Al-Qur’an, serta mendorong lahirnya generasi Qur’ani yang mampu mengharumkan nama daerah di berbagai tingkatan kompetisi.(rif/syn)

Exit mobile version