Bondowoso, Memox.co.id – Carut marutnya birokrasi Pemkab Bondowoso juga berdampak pada Tunjangan Tambahan Penghasilan (TPP). Sampai akhir Agutus ASN Pemkab Bondowoso belum menerimanya. Mereka mengeluh dan takut menyuarakannya. Namun tanpa dilapori, Komisi I DPRD mencium bau tidak sedap tersebut. Sebab walaupun hal itu rahasia, tapi sudah menjadi rahasia umum. Bukan hanya ASN, tapi masyarakat buruh juga kena dampaknya. Harusnya, BLT (Bantuan Tunai Langsung) untuk buruh tembakau dan Bansos lainnya, sudah diterima, tapi saat ini masih belum.
Ketua komisi I DPRD, H. Tohari, SAg mengatakan, pihaknya telah menerima pengaduan, baik dari ASN mamupun buruh terkait dengan hak-haknya yang belum diberikan oleh Pemkab. “Komisi I sudah melakukan Rapat Kerja (Raker) dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Bagian Ekonomi. Kedua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ini merupakan mitra kerja kami,” jelasnya, Senin (30/8/2021).
Dari hasil Raker, lanjutnya, didapat keterangan, keterlambatan pencairan TPP terkendala dengan honor Nakes (Tenaga Kesehatan) yang belum cair. Kemudian Surat Edaran (SE) dari Kemendagri belum turun. Ditambahkan, untuk pencairan TPP, honor Nakes pada semester kedua (bulan juli, red), sudah harus terbayarkan 50%. Sampai saat ini honor Nakessudah terbayarkan, tapi belum sampai 50%.
Oleh karena itu, Komisi I mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) dan RSUD dr. H. Koesnadi segera mencairkan honor Nakes yang belum terbayarkan. Agar TPP juga bisa segera dicairkan. “TPP ini penting, karena menyangkut hak dan kebutuhan. Kalau TPP lancar, insyaallah ASN semakin giat, demikian juga sebaliknya”, kata Sekretaris DPC PKB Kabupaten Bondowoso ini.
Tohari juga mendorong Bagian Ekonomi agar cepat memproses Bansos untuk buruh tembakau. Kalau saya amati, Bagian Ekonomi telah bekerja keras untuk mencairkan bantuan tersebut. Yang menjadi kendala, lanjutnya, dari masyarakat sendiri yang tidak segera memenuhi persyaratan administrasinya. Seperti Adminduk (Administrasi Kependudukan), berupa KTP dan yang lainnya.
Alumni PP Nurul Jadid Paiton ini berharap, Pemkab bekerja serius dalam melayani masyarakat, hususnya buruh. Karena mereka sangat terdampak dengan pandemi CoViD 19 ini. (sam/mzm)






