Antisipasi Banjir, DPU Pengairan Banyuwangi Siagakan Penjaga Pintu Air 24 Jam

Antisipasi Banjir, DPU Pengairan Banyuwangi Siagakan Penjaga Pintu Air 24 Jam
Penjaga pintu air berjuang dengan keras untuk mengendalikan debit air yang naik, agar tidak terjadi banjir. (dok)

Banyuwangi, Memox.co.id – Musim penghujan di Banyuwangi telah tiba, agar tidak terjadi banjir dibutuhkan kewaspadaan petugas pintu air, agar mampu mengendalikan debit air.

Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pengairan Kabupaten Banyuwangi yang membidangi permasalahan pengendalian air akan berupaya semaksimal mungkin, dan berupaya berbagai strategi dalam menghadapi musim hujan ini, agar Kabupaten Banyuwangi terhindar dari Banjir.    

Baca juga: Komisi 1 DPRD Banyuwangi Akan Sidak Pembangunan Pabrik Triplek Belum ber-IMB

PU Pengairan melakukan koordinasi dengan seluruh Koordinator Sumber Daya Air (Korsda) untuk menyiagakan petugas pintu air di seluruh embung atau bendungan.

Untuk mengantisipasi terjadinya banjir di musim penghujan ini, untuk berjaga selama 24 jam untuk mengontrol debit air jika sewaktu-waktu mengalami peningkatan akibat curah hujan dengan intensitas tinggi.

Bahkan sebagai langkah antisipasi, penjagaan pintu air dibuat shift bergantian.     

Plt Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi, Guntur Priambodo melalui Kabid Operasi dan Pemeliharaan Bangunan, Dwi Kurniawan mengatakan, antisipasi adanya curah hujan yang cukup tinggi, dan berdampak naiknya debit air, pihaknya akan berkoordinasi dengan Korsda-korsda.

Tujuannya, ketika cuaca buruk bisa menyampaikan langsung ke hilir sebelum air datang.

“Kita akan pantau terus, misal debit air sungai dari hulu naik terus kendalikan dan memberitahu warga yang berada di sepanjang aliran sungai agar waspada,” kata Dedi Kurniawan, Kamis (10/11/2021).    

Baca juga: Komisi I DPRD Banyuwangi Soroti Galian C dan Toko Modern Tidak Berizin       

Menurutnya, upaya ini dilakukan DPU  Pengairan Banyuwangi untuk mengendalikan terjadinya banjir yang dapat menimbulkan banyak kerugian bagi masyarakat.

“Kita prioritaskan siaga penjagaan pintu air di wilayah yang rawan banjir. Seperti di Dam Garit Alasmalang, dan wilayah Banyuwangi kota. Kira-kira yang melewati permukiman warga yang kita utamakan,” ucapnya. (ind/mzm)