Ahmad Irawan: Kolaborasi Malang Raya Percepat Pembangunan

Ahmad Irawan
Ahmad Irawan

“Kita tahu Malang Raya punya potensi masing-masing di tiga daerahnya. Mungkin kalau dilihat kepadatan, Kota Malang nampak lebih padat, kultur perputaran ekonomi di Kota Malang itu bisa dilakukan dalam berbagai hal. Kita lihat saja seperti UMKM, pertumbuhannya kan banyak sekali. Jelas itu berdampak pada peningkatan ekonomi warga,” urainya.

Kata Irawan hal tersebut juga ia tunjukan dengan data dari Badan Pusat Statistika (BPS). Dalam 10 tahun terakhir, pada tahun 2022 nilai ekonomi di Kota Malang meningkat kurang lebih 49,61 persen jika dibandingkan dengan tahun 2010.

Nilai ekonomi yang terbentuk selama tahun 2022 mencapai Rp 84,8 triliun. Jika dihitung dengan harga konstan dan mengacu pada tahun 2010, maka nilai ekonomi yang terbentuk adalah sebesar Rp 56,68 triliun.

Selain itu, selama 10 tahun terakhir pertumbuhan ekonomi di Kota Malang juga berhasil berada di level tertinggi. Catatan media ini, pada tahun 2018 dan 2019, yakni masa sebelum pandemi, pertumbuhan ekonomi Kota Malang mencapai 5,72 dan 5,73.

Namun, hantaman keras pandemi covid-19 pada tahun 2020 sempat membuat ekonomi Kota Malang mengalami kontraksi hingga melemah di angka -2,26 persen. Kondisi melemahnya ekonomi Kota Malang akibat pandemi tak berlangsung lama.

Dengan berbagai program, kebijakan dan buah dari sinergitas serta kolaborasi seluruh perangkat daerah, ekonomi di Kota Malang menguat di angka 4,21 persen di tahun 2021. “Ini menunjukkan bahwa sebenarnya Kota Malang memang punya potensi agar ekonominya terus menggeliat. Bahkan tidak menutup kemungkinan dengan berbagai program strategis, kemandirian ekonomi di Kota Malang akan bisa terwujud,” jelasnya.

Jika dilihat dari kondisi geografis, Kota Malang memang bukan daerah yang memiliki daya tarik dari potensi alam. Namun, Kota Malang tetap bisa menangkap peluang dengan peluang yang dimiliki saat ini. Bila kerjasama tiga daerah dengan baik. Maka Pendapatan Asli Daerah (PAD) tiga daerah makin membaik pula. Ujungnya pelaksanaan pembangunan kian merata di masyarakat. Pengentasan kemiskinan juga mudah terwujud.   

“Mungkin bisa saja, wisatawan ini berwisatanya ke Kabupaten Malang dengan jajaran pantai dan eksotisme alamnya, namun ternyata masih banyak wisatawan yang stay (menginap) di Kota Malang.  anyak hotel dengan berbagai pilihan. Itu yang saya maksud Kota Malang bisa menangkap peluang,” pungkasnya. (red/man)