Aduh! Sudah Dua Tahun Perpusda Kabupaten Malang Tidak Ada Pengadaan Buku Baru

FT.Salah satu pengunjung yang datang di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Malang. (MemoX/nif)
FT.Salah satu pengunjung yang datang di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Malang. (MemoX/nif)

Malang, MEMOX.CO.ID – Walaupun Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) di Kabupaten Malang bisa dibilang cukup tinggi, namun sudah dua tahun Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Malang tidak ada pengadaan buku baru.

Kepala Bidang Pengembangan Perpusda Dinas Perpustakaan dan Arsip (Disperpusip) Kabupaten Malang Cecep Lili menyampaikan bahwa, hal itu karena keterbatasan anggaran sehingga masih belum ada pengadaan buku baru.

“Terakhir pengadaan itu dua tahun lalu dengan anggaran sekitar Rp 50 juta. Kemudian, akhir tahun lalu kami mendapat bantuan dari pemerintah pusat sebanyak 250 eksemplar dengan 125 judul buku,” ucapnya.

Padahal, menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur, TGM di Kabupaten Malang memiliki nilai 80,17. Sementara dari Januari sampai Juni 2025, sebanyak 3.581 orang kunjungi Perpusda yang berada di Jalan Panglima Sudirman, Desa Ngadilangkung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Kendati dengan demikian, ke depan, pihaknya akan terus mengembangkan Perpusda serta platform digital seperti pengadaan buku digital. Tujuannya, supaya dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses buku digital.

“Dengan perpustakaan digital, masyarakat bisa meminjam dan membacanya secara digital. Cuma karena keterbatasan anggaran, koleksinya mungkin tidak terlalu banyak,” ujarnya.

Selain itu, Perpusda juga menyediakan layanan sistem peminjaman buku. Namun dalam layanan ini, perpustakaan hanya mengizinkan bagi warga Kabupaten Malang saja. Sedangkan warga luar Kabupaten Malang hanya bisa membaca di tempat.

“Minimal satu orang anak tiga buku yang boleh dipinjam. Maksimal pengembalian satu Minggu,” jelasnya.

Sebagai informasi, dari data BPS Kabupaten Malang, perpustakaan ini memiliki koleksi buku sebanyak 36.336 eksemplar dengan 14.347 judul. Mayoritas atau sekitar 70 persen merupakan buku non fiksi seperti ilmu pengetahuan dan pengembangan diri. Sedangkan 30 persen diantaranya merupakan buku fiksi. (nif).