MEMOX.CO.ID – Nilai investasi di Kabupaten Malang sudah mencapai Rp 3,35 triliun. Jumlah ini terhitung berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) triwulan I dan II di Kabupaten Malang dari target Rp 4,7 triliun selama 2025.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Malang, Subur Hutagalung, melalui Analis Kebijakan Ahli Madya Endah Dwi Suhesti, mengatakan bahwa, dirinya optimis realisasi investasi mencapai target yang telah ditentukan.
“Karena dari dua triwulan saja laporan investasi yang dilaporkan oleh pelaku usaha sudah Rp 3,35 triliun,” katanya belum lama ini saat ditemui di kantornya. Sehingga pada triwulan ketiga nanti, target Rp 4,7 triliun dalam setahun diyakini bisa tercapai.
Lebih lanjut ia menjelaskan, dalam upaya merealisasikan target tersebut, pihaknya akan melaksanakan kegiatan sosialisasi. Di mana, pelaku usaha akan diberikan pemahaman tentang cara melaporkan LKPM.
Karena, bagi perusahaan yang tidak melaporkan kegiatan penanaman modal atau realisasi investasinya dua kali berturut-turut, pemerintah pusat melalui Kementerian Investasi/BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) dapat membekukan Nomor Izin Berusaha (NIB) perusahaan.
“Sesuai data yang melaporkan LKPM pada triwulan I dan II, itu sudah ada 646 perusahaan yang melaporkan LKPM-nya,” katanya. Sedangkan di tahun 2024 lalu, ada 1.426 perusahaan yang melaporkan LKPM-nya.
Selain sosialisasi tersebut, ia juga memberikan pemahaman tentang kelengkapan izin dalam melakukan usahanya. Terutama izin dasar seperti Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), Sertifikat Laik Fungsi (SLF), izin lingkungan, maupun Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) sesuai yang berlaku.
Karena perusahaan yang tidak melengkapi izin dasar tersebut, dapat dikenai berbagai sanksi. Mulai dari sanksi administratif seperti denda, penghentian operasional, pembekuan, hingga pencabutan izin. Bahkan hingga sanksi pidana.
“Alhamdulillah selama ini, untuk pelaku usaha yang melaporkan LKPM sudah banyak dibandingkan dengan tahun kemarin. Sudah ada peningkatan,” pungkasnya. (nif/ume).






