Dapat Dana DBHCHT Rp8 Miliar, Disnaker Kabupaten Malang Gelar Pelatihan Kecantikan Kulit

FT. Pelatihan tata kecantikan kulit di Gedung BUMDes Dusun Putuksari, Desa Plaosan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang.
FT. Pelatihan tata kecantikan kulit di Gedung BUMDes Dusun Putuksari, Desa Plaosan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang.

MEMOX.CO.ID – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang, menggelar pelatihan tata kecantikan kulit di Dusun Putuksari, Desa Plaosan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Kegiatan yang digelar pada Selasa 20 Mei 2025 hingga 10 Juni 2025 ini, diikuti 20 peserta.

Sekretaris Disnaker Kabupaten Malang, Mochamad Yekti Pracoyo, mengatakan biaya untuk kegiatan ini bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), yang bertujuan untuk mendukung pembangunan di daerah.

“Kita dapat alokasi untuk pelatihan dari DBHCHT Rp8 miliar untuk satu tahun,” katanya usai memberikan sambutan dalam pelatihan tata kecantikan.

Pelatihan yang dilaksanakan Disnakaer adalah, pelatihan yang berbasis kompetensi. Sehingga, peserta pelatihan nantinya bisa memperoleh sertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) setelah dinyatakan lulus uji kompetensi.

Sertifikasi ini memastikan tenaga kerja memiliki keterampilan sesuai standar nasional dan internasional. Sertifikasi BNSP ini menjadi bukti kompetensi tenaga kerja, meningkatkan kepercayaan diri, dan memudahkan akses ke dunia kerja.

Maka kendati demikian, memang pelatihan ini membutuhkan waktu cukup lama yakni sampai 19 hari. Karena akan ada uji kompetensi dari lembaga independen yang menetapkan standar dan melakukan sertifikasi secara nasional.

Lebih lanjut Yekti Pracoyo menambahkan, Disnaker Kabupaten Malang tidak hanya menggelar pelatihan di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang saja. Ada 34 Kegiatan dengan total peserta keseluruhan 731 orang yang nantinya akan digelar di Kabupaten Malang.

Kegiatannya meliputi, pelatihan tata kecantikan rambut, pelatihan tata kecantikan kulit, pelatihan barista, pelatihan komputer, pelatihan bahasa asing, serta pelatihan keselamatan kerja. Semuanya, kata Yekti Pracoyo, bersertifikat BNSP

“Setelah pelatihan, nanti ada uji kompetensi untuk mendapatkan sertifikasi BNSP. Sehingga peserta pelatihan dipastikan memperoleh sertifikat kompetensi. Dengan sertifikat tersebut, peserta bisa menggunakannya untuk melamar pekerjaan,” jelasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Malang Sutrisno Murdi menambahkan, dirinya berharap pelatihan ini bisa meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya di Kecamatan Wonosari.

“Karena ini pelatihannya berupa rias, saya harap, bisa menambah kapasitas yang mumpuni dari teman-teman yang dilatih dan meningkatkan ekonomi masing-masing,” jelasnya.

Walaupun secara garis besar, lanjut Sutrisno, angka pengangguran di Kecamatan Wonosari, tidak terbilang banyak. Sebab, rata-rata masyarakat Wonosari adalah bertani.

“Angka pengangguran di Wonosari tidak begitu banyak karena mereka lebih banyak di pertanian,” pungkasnya. (nif/syn)