Ratusan Pelajar SD/Sederajat di Kota Malang Ramaikan Kejurkot Catur 2025

MEMOX.CO.ID – Sekitar 263 pelajar se-Kota Malang mengikuti kejuaraan catur dalam ajang Kejuaraan Kota ( Kejurkot) Catur 2025 yang digelar Percasi (Persatuan Catur Seluruh Indonesia) Kota Malang bekerja dengan Pemkot Kota Malang, Minggu (04/05/2025).

Kejurkot Catur 2025 bertajuk Piala Wali Kota Malang Wahyu Hidayat yang digelar di Aula MTsN 2 Kota Malang, mendapat apresiasi langsung dari orang nomor satu di Kota Malang ini.

Tujuan digelarnya kejuaraan catur ini sebagai langkah tepat Percasi Kota Malang untuk menyiapkan diri para atletnya khususnya di cabang olahraga catur sebelum turun di Porprov IX Jatim 2025,” ujarnya.

FOTO BERSAMA: Walikota Kota Malang Wahyu Hidayat dalam sesi foto bersama peserta lomba catur Kejurkot 2025 Kota Malang

Wahyu juga menegaskan, pastinya
Percasi Kota Malang tidak lupa untuk selalu melakukan regenerasi atlet. Yakni dengan menggelar kejuaraan tingkat kota yang diikuti ratusan sekolah maupun perguruan tinggi yang ada di Kota Malang

“Sebelum Porprov ada sejumlah kejuaraan yang harus dilakukan. Ini bagus untuk persiapan dan evaluasi dalam rangka untuk mencari atlet yang profesional di olahraga catur yang ada di Kota Malang,” katanya.

Perlu diketahui Percasi Kota Malang telah melahirkan atlet dari Kota Malang dan saat ini tembus kancah internasional yakni Nayaka Budidharma yang beberapa kali mengikuti ajang kejuaraan catur di luar negeri seperti Korea dan China.

Suksesnya Kejurkot Catur 2025 Kota Malang tidak terlepas berkat kinerja Ketua Percasi Kota Malang, Thatit Budi Sucahyo.

Disela-sela kegiatan dirinya mengaku
antusias Kejurkot Catur 2025 Piala Wali Kota Malang Wahyu Hidayat sangat tinggi. Terbukti, ratusan atlet mendaftar dan ikut pada ajang bergengsi tahunan Percasi Kota Malang ini.

“Antusias Kejurkot tahun ini sangat tinggi sekali. Bahkan kalau kami tidak bendung mulai awal, mungkin peserta bisa 400 lebih,” ujarnya.

Budi menjelaskan bahwa atlet peserta kejuaraan berasal dari sekolah yang ada di Kota Malang. Bahkan, ada pula atlet peserta dari perguruan tinggi.

“Peserta ini dari sekolah-sekolah, jadi antar kelompok-kelompok umur. Dari TK sampai perguruan tinggi. Peserta paling banyak itu kelas E, jadi setara dengan SD kelas 6 sampai SMP kelas 1,” ungkapnya.

Sebagai informasi, Kejurkot Catur 2025 Piala Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menggunakan sistem Swiss dengan lima sampai tujuh babak. Sistem itu memungkinkan atlet peserta untuk meraih banyak poin.

Qian salah satu peserta Kejurkot Catur 2025 Kota Malang mengatakan kalau dirinya merasa senang bisa menjadi perwakilan SDIT Ahmad Yani Kota Malang untuk mengikuti kejuaraan catur tingkat SD se Kota Malang bersama beberapa teman lainnya.

Walaupun belum memberikan yang terbaik bagi sekolahnya setidaknya dirinya telah mampu membuktikan kalau dirinya mampu bersaing dengan perwakilan SD lainnya. Dengan berhasil memenangkan 5 babak dengan 1 remis dan 1 kalah. Dari 7 babak yang harus dijalani. (fik)