Mencegah Gangguan Seksual, RSUD Bojonegoro Berikan Tips untuk Pasangan Suami Istri

Mencegah Gangguan Seksual, RSUD Bojonegoro Berikan Tips untuk Pasangan Suami Istri
Dr. Joko Sulistyo, Sp.And, yang menjadi narasumber dalam talkshow sosialisasi pencegahan gangguan seks pada pasangan suami istri. (foto:ist)

MEMOX.CO.ID – Pemkab Bojonegoro melalui RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro mengadakan sosialisasi tentang cara mencegah gangguan seksual bagi pasangan yang telah menikah secara resmi. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk talkshow di program siaran radio SAPA! (Selamat Pagi) Malowopati FM pada Rabu (12/02/2025).

Dr. Joko Sulistyo, Sp.And, yang menjadi narasumber dalam talkshow tersebut, mengungkapkan bahwa dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Seksual dan Reproduksi yang diperingati setiap tanggal 12 Februari, pihaknya mengajak pasangan suami istri untuk lebih memahami berbagai jenis gangguan seksual.

Fungsi seksual, menurut dr. Joko, merupakan kebutuhan biologis manusia yang dipengaruhi oleh faktor fisik dan psikologis. Faktor fisik mencakup kondisi tubuh, adanya penyakit, serta pola hidup sehari-hari. Sementara itu, faktor psikologis melibatkan stres, kejenuhan, dan kualitas hubungan pribadi dengan pasangan.

“Jika kedua faktor ini dalam keadaan baik, maka fungsi seksual pun akan berjalan baik,” jelasnya.

Lebih lanjut, dr. Joko menjelaskan beberapa jenis gangguan seksual, salah satunya adalah disfungsi seksual, yang sering terjadi pada pasangan baru. Gangguan ini berkaitan dengan hambatan dalam dorongan seksual dan biasanya disebabkan oleh kecemasan.

Selain itu, dr. Joko juga membahas defiasi seksual, yaitu gangguan seksual berupa dorongan yang menyimpang seperti pedofilia, yang mengarah pada anak-anak. Fenomena ini bisa terjadi akibat trauma masa lalu, di mana pelaku bisa saja merupakan korban sebelumnya. Selain itu, ada juga gangguan seksual berupa keinginan untuk memperlihatkan organ intim kepada orang lain.

Gangguan seksual lainnya yang disebutkan adalah gangguan identitas gender, di mana seseorang mungkin memiliki karakter yang lebih feminim meskipun ia laki-laki, atau sebaliknya.

“Untuk melindungi diri kita, anak-anak, dan keluarga dari penyimpangan seksual ini, pengawasan dan kewaspadaan sangat diperlukan,” ujar dr. Joko.

Dr. Joko berharap melalui talkshow ini, masyarakat dapat lebih memahami gangguan seksual dan mengetahui bahwa jika menghadapi masalah tersebut, mereka dapat berkonsultasi dengan ahli. Ia juga menekankan pentingnya menjaga pola hidup sehat, membatasi konsumsi makanan berlemak, pengawet, pewarna, dan pemanis buatan, serta menjaga kesehatan psikologis untuk mencegah gangguan seksual. (*/sgg)