MEMOX.CO.ID – Melalui forum perjuangan honorer (FPH) persatuan guru Republik Indonesia (PGRI) secara bersamaan memperjuangkan nasibnya di kantor DPRD Kabupaten Sampang. Senin (20/1/2025).
Ketua FPH PGRI Sampang Syaifur Rohmah mengatakan ada sekitar 2613 tenaga honorer yang sudah ikut seleksi dan mendapat kejelasan karena sudah ada di DPA nya BPKAD.
“Kalo yang terdata ada sekitar 7000, dan yang ikut seleksi sebanyak 2613, dan itu semua ada kejelasan karena sudah ada di DPA nya BPKAD,”ujarnya.
Syaifur menjelaskan dari 2613 tenaga honorer yang ikut seleksi tersebut, mereka akan diakomodir hanya tinggal menunggu tahap selanjutnya dari instansi terkait.
“Iya, dijanjikan akan di akomodir karena sudah ada di dpa-nya BPKAD, hanya saja tinggal menunggu mapping dari instansi terkait,”terangnya.
Kendati demikian, para guru tersebut melakukan audiensi untuk masuk pada P3K penuh waktu, sementara saat ini status mereka masih masuk pada tahap P3K paruh waktu. Yang sebelumnya mereka hanya mendapat status R2 dan R3.
“Jadi kami memilih jalan audiensi ini untuk mendapatkan kejelasan yang sudah mengikuti seleksi tahap satu, yang mendapatkan status R2 dan R3, dan setelah kami melakukan audiensi Kami mendapatkan kejelasan dan naik statusnya menjadi ASN P3K,”terangnya.
Dalam kesempatan itu pula ketua komisi IV DPRD Kabupaten Sampang Mahfud mengapresiasi para tenaga honorer yang audiensi tersebut.
Dia menjelaskan bahwa dalam audiensi tersebut tidak hanya memperjuangkan nasib para guru akan tetapi memperjuangkan para tenaga honorer dari berbagai OPD di Kabupaten Sampang.
Dalam audiensi itu, kader PKS tersebut mengungkapkan sudah ada keterangan dan semuanya sudah clear mengenai status ribuan para honorer tersebut.
“Iya tadi sudah audiensi para guru honorer yang statusnya R2 dan R3 begitu ya, Alhamdulillah tidak hanya guru honorer yang menjadi pembicaraan tapi juga para tenaga honorer lainnya di seluruh SKPD kabupaten Sampang, insya Allah akan diakomodir dan semuanya sudah clear itu,”ungkap Mahfud. (asy)






