Malang, MEMOX.CO.ID – Selama Operasi Lilin Semeru 2024, Polres Malang mencatat sebanyak kurang lebih 4.128 pelanggar lalu lintas terjadi selama perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru).
Dari jumlah itu, 3.574 tercatat secara manual. 228 pelanggar tercapture kamera ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) dan 326 pelanggaran tercapture kamera ETLE mobile.
Kasatlantas Polres Malang AKP Widyagana Putra Dhirotsaha mengatakan, walaupun jumlahnya cukup banyak, namun mereka dilakukan penindakan simpatik dengan cara diberikan teguran kepada pelanggar lalu lintas.
“3.574 pelanggar yang tercatat secara manual dilakukan penindakan simpatik dengan cara diberikan teguran kepada pelanggar lalu lintas,” katanya, Sabtu (4/1/2025) kemarin.
Untuk jenis-jenis pelanggaran yang didapati selama Operasi Lilin Semeru 2024, Gana menyebut mayoritas yakni tidak memakai helm, kemudian melawan arus, maupun tidak memakai sabuk pengaman atau safety belt.
“Kemudian, ia juga mengemudi di bawah umur, maupun kendaraan tanpa kelengkapan yang standar,” jelasnya.
Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap hal tersebut. Tidak hanya jumlah kendaraan yang meningkat, melainkan apakah memang kesadaran masyarakat yang menurun?. Sehingga ia abai terhadap keselamatan diri.
Selain itu, dirinya juga mengevaluasi wilayah-wilayah yang sering terjadi laka lantas seperti di jalan tol. Karena, pada Nataru kemarin, empat orang dinyatakan meninggal dunia dan puluhan korban lainnya alami luka-luka di jalan tol Lawang KM 77 100.
“Evaluasi akan dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab utama kecelakaan, terutama yang disebabkan oleh kesalahan manusia,” katanya.
“Kami akan bekerja sama dengan instansi terkait guna menyusun strategi pencegahan kecelakaan di masa mendatang,” pungkasnya. (nif).






