Pemkot Malang Lakukan Monitoring Untuk Antisipasi Petugas KPPS Meninggal di Pilkada

Ft: Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniwan.(MemoX/fat)
Ft: Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniwan.(MemoX/fat)

Malang, MEMOX.CO.ID – Pasca pelaksanaan pilkada serentak 2024 yang dilaksanakan pada 27 November 2024, Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan meminta agar terus melakukan monitoring kepada petugas TPS Pilkada serentak kemarin. Hal di lakukan untuk menghindari terjadinya petugas TPS yang meninggal dunia.

“Nanti kami juga akan bekerjasama dengan BPJS terkait para petugas pilkada 2024. Tidak hanya satlinmas akan tetapi KPPS dan PPS juga perlu perhatian khusus karena tugasnya memang cukup berat pada saat pelaksanaan Pilkada kemarin,”ujarnya.

Iwan meminta kepada Camat dan Lurah untuk memantau kondisi para petugas TPS selama satu bulan kedepan sesuai dengan asuransi BPJS.”Karena kami tidak ingin 3 sampai 4 hari saat pekerjaan menjadi petugas Pilkada masih dalam kondisi baik, tapi setelahnya justru drop,”tuturnya.

Peristiwa petugas KPPS meninggal juga dapat disebabkan karena skrining kesehatan yang dilakukan tidak cukup teliti. Ditambah, ada keterbatasan dalam memilih petugas KPPS. Misalnya, anak-anak muda tidak berminat dan sebagainya

“Juga dapat di sebabkan pemilihan petugas ini tidak ada skrining kesehatan yang cukup teliti dalam artian dilakukan medical check up, kan tidak. Nah ini yang tentu akhirnya membuat sebagian yang memang sudah dalam kondisi tidak fit akhirnya meninggal,” katanya.

Tidak hanya itu, skrining yang dilakukan untuk para petugas TPS baik itu linamas, KPPS, TPS kadang kala dinyatakan sehat di awal. Akan tetapi saat bertugas sering kali kondisi tubuh tidak sehat atau menurun.

“Lebih lanjut, kami akan memantau kondisi para petugas TPS Pilkada 2024 melalui Camat dan Lurah selama satu bulan. Itu akan dilakukan dengan berkolaborasi dengan Kasatpol PP, Dinas Kesehatan, Bangkesbangpol,”imbuhnya.(fat)