Oleh: Alya Nordaliani, Prodi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kesehatan, Universitas Muhammadiyah
MEMOX.CO.ID – Guru penggerak dan Merdeka belajar istilah tersebut diucapkan oleh Mendikbuk Nadiem. Tujuannya untuk meningkatkan motivasi guru dalam melaksanakan tugas sebagai ujung tombak pembelajaran yang menyenangkan dalam rangka meningkatkan mutu Pendidikan, meskipun demikian agar terealisasi dalam praktik pendidikan di Indonesia tentunya perlu ditindak lanjuti dengan berbagai kebijakan Pak mentri khususnya dalam peningkatan mutu guru, karena kalau tidak diikuti dengan kebijakan dan program yang lebih oprasional dan konte kstual.
Guru penggerak adalah guru yang aktif dan menjadi pelopor perubahan dan peningkatan mutu Pendidikan disekolah tempatnya bertugas, memiliki semangat pembelajaran, aktif meningkatkan kompetensinya baik melalui forum-forum ilmiah yang dilaksanakan oleh pemerintah dan organisasi profesi, maupun secara mandiri, dan aktif juga berbagi ilmu dan pengalaman pada rekan-rekan sejawatnya pada komunitas mereka baik secara tatap muka maupun online. Merdeka belajar dapat diartikan dalam situasi belajar yang aktif dan menyenangkan. Peserta didik bebas memilih belajar dari berbagai sumber dan bebas dari tekanan. Kalau istilah bapak Pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantara, sekolah harus menjadi taman belajar bagi siswa. Dalam pembelajaran yang merdeka, guru disamping berperan sebagai salah satu sumber belajar, juga berperan sebagai fasilator pembelajaran, seorang fasilator pembelajar tentunya guru harus merancang pembelajaran yang efektif dan menyenangkan, agar siswa dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.
Guru Penggerak juga harus terekspresi dari kebijakan pemerintah yang memberikan keluasan kepada guru untuk mengajar sesuai dengan situasi, kondisi, dan kebutuhan peserta didik. Merdeka untuk menilai belajar siswa dengan berbagai jenis dan bentuk instrumen penilaian, merdeka dari berbagai pembuatan administrasi yang memberatkan, Merdeka dari popularitas profesi guru, dan merdeka dari beberapa tekanan dan intimidasi terhadap mereka. Guru pula diberikan kemerdekaan untuk berserikat, berkumpul, menjadi anggota organisasi profesi guru, menyampaikan saran dan kritik terhadap kebijakan terkait peningkatan mutu pendidikan baik secara lisan maupun secara tulisan. Para guru khususnya guru-guru honerer perlu mendapat honor yang “manusiawi”, minimal setara upah minimum Kabupaten/Kota/Provinsi. Jangan buang-buang tenaga, tapi rasa hormatnya terhadap profesinya rendah. Pemerintah sebenarnya telah merencanakan berbagai kebijakan untuk mendukung kemandirian belajar, seperti memberi materi yang menyenangkan dan memberikan pujian serta apresiasi, sekolah bebas dari perundungan (bully),Selain itu, nilai-nilai baik seperti toleransi, saling mehargai, dan saling menghormati juga ditanamkan dalam Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Selanjutnya, kreativitas, inovasi, dan rasa ingin tahu melalui mereka membaca dikembangkan dalam Gerakan Literasi Sekolah (GLS), Guru juga dilatih untuk menjadikan pembelajaran yang aktif, kreatif serta menyenangkan. Dengan kata lain, konsep guru penggerak dan merdeka belajar sebenarnya bukan konsep yang baru, tetapi penguatan dari konsep yang ada sebelumnya.
Pada revolusi Industri 4.0 dan Civilization 5.0 memberikan dampak yang besar pada berbagai bidang kehidupan, sehingga melahirkan terobosan dan inovasi teknologi, khususnya di bidang pendidikan. Di era ledakan teknologi ini, guru menghadapi tantangan yang besar karena informasi dan sumber belajar begitu mudah didapat. Namun peran guru dalam dunia pendidikan tidak bisa sepenuhnya digantikan oleh teknologi, karena secanggih apapun teknologi, tetap saja teknologi itu bodoh dan tidak bisa ditiru. Menteri Pendidikan (2019) mengatakan bahwa “Pendidikan adalah apa yang terjadi di kelas dan di rumah. Teknologi tidak bisa menggantikan hubungan ini. Harus ada hubungan internal untuk menciptakan rasa percaya diri dan proses pembelajaran akan lebih efektif.” Bagaimana pun canggihnya teknologi sekarang, tidak dapat sepenuhnya menggantikan peran guru, karena kontak guru dengan siswa mempunyai sifat yang tidak dapat digantikan oleh teknologi saja, sehingga menjadikan para guru harus membiasakan inovasi, improvisasi, dan kreativitas dalam pembelajaran.
Hal ini membuat para guru harus senantiasa belajar, belajar,dan belajar, agar bisa mengikuti perkembangan teknologi, dan yang penting jangan sampai tertinggal oleh peserta didik (nanti dibilang tidak up date), karena merdeka belajar di era digital mempoisikan peserta didik tidak hanya mendapatkan pendidikan di sekolah, tetapi juga melalui bebagai di dunia maya. Peserta didik generasi Z banyak yang sudah familiar dengan teknologi khususnya smartpohone dimana gawai tersebut dapat digunakan sebagai sumber belajar. Maka dari itu, guru pun harus memacu dirinya untuk mengikuti perkembangan zaman dan membimbing peserta didik agar menggunakan smartphone secara bijak dan bertanggung jawab. Di era milenial sekarang ini, guru menghadapi tantangan yang jauh lebih besar dari era sebelumnya, karena Pendidikan sekarang berbeda dengan Pendidikan zaman Jepang, guru zaman now adalah guru milenial bukan guru colonial, teknologi telah mengubah segalanya,termasuk kebutuhan masyarakat terhadap Pendidikan, itulah yang sedang dalam era revolusi industry sekarang ini, yang diwarnai pula oleh virus corona. Guru menghadapi peserta didik yang sangat beragam, materi pembelajaran yang sangat kompleks dan sulit, standar proses pembelajaran dan juga tuntutan capaian kemampuan berfikir peserta didik yang lebih tinggi, Hal ini disebabkan oleh transformasi besar yang terjadi di bidang politik, budaya, sosial dan ekonomi, didorong oleh pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, perubahan demografi, belum lagi epidemi virus corona, globalisasi dan lingkungan hidup yang memberikan dampak besar.berdampak pada kebutuhan masyarakat akan pendidikan dan profesionalisme guru Dalam program ini para Guru Penggerak Belajar Merdeka juga jangan lupa untuk tetap menyeimbangkan tuntutan era modern dengan pendidikan karakter, agar bisa menjadi dasar bagi peserta didik untuk tetap pada jalurnya saat mehadapi tantangan zaman. Guru harus menanamkan benih-benih Pendidikan karakter yang luhur pada peserta didik zaman sekarang sehingga dapat dijadikan pendamping mereka dalam menghadapi tantangan zaman.Guru penggerak Merdeka belajar merupakan guru teladan yang mampu membimbing dan mengubah perilaku dan karakter siswa menjadi lebih baik. (*)
Email: anordaliani@gmail.com






