Jombang, Memox.co.id – Komisi D DPRD Kabupaten Jombang kembali melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) ke Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Kulon Progo Jogyakarta untuk kembali berguru tentang ToMiRa (Toko Milik Rakyat), Rabu (07/12/2022).
Dalam keterangannya Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jombang Farid Al Farizi selaku ketua rombongan mengatakan bahwa di Jombang telah menjamur toko modern yang sampai saat ini belum bisa dikerjasamakan dengan koperasi. “Maka dengan kunker ini kami berharap nantinya toko modern yang ada di Jombang bisa dikerjasamakan dengan Koperasi seperti di Kabupaten Kulon Progo,” terang Farid.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Jombang Iffah Mufidati menyampaikan bahwa dengan adanya Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) sangat berpengaruh terhadap perkembangan UMKM di Kabupaten Kulon Progo. Selain UMKM tentunya juga memberikan dampak positif bagi Koperasi juga. Walaupun ToMiRa ada sebelum berdirinya bandara.
Disampaikan juga olehnya sesuai dengan Perda No. 16 Tahun 2021 tentang Perlindungan Dan Pemberdayaan Koperasi Dan UMKM di Kulon Progo, bahwa koperasi yang bekerjasama dengan pelaku usaha besar harus take over.
“Ada 13 koperasi yang sudah bekerjasama dengan PT. Alfaria Trijata, Tbk, 7 Koperasi sudah Take Over, sedangkan yang 6 Koperasi masih dalam proses. Selain itu ada 20 koperasi sedang dalam proses take over,” ungkapnya.
Dirinya berharap, dengan adanya kerjasama antara koperasi dengan pelaku usaha besar diharapkan mampu memberikan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan, baik bagi koperasi maupun pelaku UMKM. Karena melalui kerjasama tersebut koperasi mendapatkan keuntungan dari penjualan produk UMKM yang digelar di rak-rak ToMiRa.
“Demikian juga pelaku UMKM yang produknya dipasarkan di ToMiRa juga akan mendapatkan keuntungan,” pungkas Iffah.
Pada penghujung pertemuan tersebut Iffah Mufidati berkesempatan menyampaikan buku Mengapa Ada ToMiRa yang diterima oleh Farid Al Farizi. (wis/fik)






