Antisipasi Kekeringan, BPBD Bondowoso Akan Melakukan Pengeboran di Daerah Kering

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD, Dadan Kurniawan.

Bondowoso, Memox.co.id – Walaupun saat ini musim tidak jelas, apa kemarau atau penghujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) akan melakukan pengeboran di daerah kering sebagai antisipasi terjadinya kekeringan.

Hal itu diungkapkan Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD, Dadan Kurniawan. Untuk mengetahui titik air akan menggunakan peralatan geolistrik. Dengan alat ini keberadaan air akan diketahui.

“Secara rutin petugas kami mengirim air bersih ke desa-desa yang memerlukannya. Agar bisa mengurangi supplay dari BPBD, maka kami berencana akan melakukan pengeboran. Dengan adanya itu kan bisa dimanfaatkan,” jelasnya.

Menurutnya, jumlah kawasan yang masuk rawan kekeringan di Bondowoso cukup banyak. pihaknya tak bisa melakukan pengeboran sekaligus. Melainkan secara bertahap, namun memang akan melihat prioritas kawasan.

Pihaknya nanti akan melihat prioritas di daerah-daerah yang rawan kekeringan. “Yang mana dulu, nanti kemudian kita selesaikan secara bertahap,” imbuh mantan Sekretaris Disparpora tersebut saat dikonfirmasi.

Kepala Bidang Logistik, Rehabilitasi, dan Rekrontuksi BPBD Bondowoso, Tugas Riski Bahana menambahkan, di Bondowoso ada 49 desa di 16 kecamatan. Yakni kecamatan Tamanan, Wonosari, Jambesari DS, Tenggarang, Maesan, Grujugan, Pakem, Prajekan, Klabang, Binakal, Curahdami, Taman Krocok, Tegal Ampel, Wringin, Cerme, serta Botolinggo.

Selama ini setiap kekeringan pihaknya secara rutin mengirim air bersih ke titik terebut. Pengiriman air bersih sendiri dilakukan terjadwal hingga muncul hujan, atau sekitar 3-4 bulan.

Adapun air bersihnya sendiri membeli ke PDAM dengan harga Rp 250 ribu per tangki atau per 5 ribu liter. “Sehari bisa satu hingga dua titik kita kirim air. Kita ada dua armada masing-masing kapasitas 5 ribu liter,” jelasnya.

Informasinya, rencana pengeboran sumber air menggunakan geolistrik di daerah rawan kekeringan tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat. Karena BPBD Bondowoso perlu menghitung biaya yang diperlukan dan kemudian akan diajukan dalam APBD perubahan tahun 2021. (sam/mzm)