Demi Capai Target PAD Kota Malang Rp 500 Miliar
MemoX.co.id
Pegawai Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang siap-siap tidak bisa menikmati cuti bersama layaknya Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Malang yang lain. Selama libur lebaran mereka harus monitoring kunjungan wisatawan ketempat hiburan, rumah makan dan hotel.
Dalam beberapa tahun terakhir, Kota Malang sebagai salah satu tujuan wisatawan dari luar daerah. Tentunya hal itu berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang. Seperti tahun tahun sebelumnya pegawai eks Dinas Pendapatan (Dispenda) Kota Malang harus mengawasi jumlah kunjungan wisatawan yang transit makan direstoran/rumah makan, bermalam di hotel sekaligus memonitoring kunjungan wisatawan yang berlibur ketempat hiburan di Kota Malang.
“Tahun ini target PAD Kota Malang mencapai Rp 501 juta. Maka berbagai cara dilakukan BP2D agar bisa memenuhi target PAD sudah ditetapkan didalam APBD Kota Malang tahun 2019,” tegas Kepala BP2D Kota Malang, Ir H Ade Herawanto MT.
Pria yang akrab disapa Sam Ade d’Kross ini menyatakan, untuk mencapai target PAD Kota Malang, ada beberapa isu strategis yang bakal diperhatikan. Antara lain integrasi sistem perpajakan daerah yang belum terbangun dengan instansi lain baik vertikal maupun horizontal.
Kemudian belum optimalnya penagihan atas piutang pajak daerah hingga kesadaran wajib pajak yang masih rendah. Kata Ade, tahun depan pendapatan dari sektor pajak daerah ditarget naik Rp 119 miliar.
Sejumlah upaya dilakukan BP2D Kots Malang untuk mengejar target tersebut sesuai pedoman Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Daerah.
“Antara lain berupa optimalisasi, regulasi, pembenahan sistem, serta peningkatan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia (SDM),” ujar dia. Baru baru ini BP2D Kota Malang meluncurkan buku berjudul 44 Jurus Inovasi Pajak Daerah Kota Malang.
Buku ini merupakan rangkuman kiat-kiat BP2D dalam rangka meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Malang. Kata Ade, hadirnya buku itu bisa menjadi panduan bagi generasi penerus pegawai BP2D.Buku itu ditulis setelah BP2D sukses menerapkan semua cara untuk meningkatkan PAD.
“Tren peningkatan realisasi target selama lima tahun terakhir jelas bukan kerja sistem kebut semalam. Berbagai terobosan dan inovasi tak henti dikreasi untuk menggenjot pendapatan,” katanya. Jurus BP2D Kota Malang itu diantaranya adalah penerapan sistem pembayaran pajak berbasis digital.
Peluncuran e-Tax menjadi fenomenal karena merupakan penerapan pajak online pertama tingkat kota. Tidak hanya itu jurus lainnya berkaitan dengan peningkatan SDM juga dilakukan seperti kegiatan seminar dan diskusi. Pembinaan fisik dan ketrampilan memungut pajak juga menjadi salah satu jurus. “Serta juga memberikan pembinaan kesehatan aparatur dengan tes urine bersama BNN,” tegas pria yang juga Frontman D’Kross Community ini.
Ade menambahkan pihaknya pun membentuk satgas peningkatan pajak daerah bak tim buru sergap (buser) terdiri dari 20 orang yang bahu membahu melakukan pemungutan pajak tiap hari.
Tidak hanya itu BP2D juga membentuk unit pelaksana teknis di lima kecamatan. Ini merupakan beberapa jurus yang disampaikan dalam buku ‘44 Jurus Inovasi Pajak Daerah’ Kota Malang yang di launching kemarin di The Nine Club. (Adv/man)





