Bondowoso, Memox.co.id – Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) DPRD Bondowoso, H. Tohari, S. Ag., menyayangkan, realisasi anggaran refocusing 8% DBH/DAU Tahun Anggaran 2021, di Kabupaten Bondowoso sampai dengan tanggal 17 Juli 2021, baru mencapai 2.99 %.
Parahnya lagi, insentif tenaga kesehatan (Nakes) daerah untuk penanganan Covid-19 sama sekali belum disalurkan atau 0%. “Kendala penyaluran insentif Nakes tersebut, lambatnya penerbitan Peraturan Bupati (Perbup),” kata Tohari, sapaannya.
Perbup, lanjutnya, sebagai dasar pencairan insentif Nakes daerah. Sehingga dananya masih tersimpan di bank, dan belum dapat dicairkan. Menurut catatan F-PKB, sampai saat ini realisasi anggaran refocusing 8% DBH/DAU Tahun Anggaran 2021.
Total pagu anggaran sebesar Rp 68,92 miliar baru terealisasi sebesar 2,06 miliar atau 2,99 %. Sedang khusus insentif tenaga kesehatan daerah dalam rangka penanganan Covid-19 dengan pagu anggaran sebesar 9.9 miliar belum terealisaskan sama sekali alias 0%.
Nakes merupakan garda terdepan dalam memberantas penularan wabah virus Corona. F-PKB meminta Pemkab Bondowoso segera membayarkan insentif para Nakes yang bertaruh nyawa merawat pasien terinfeksi Covid-19.“Mereka sudah bertaruh nyawa. Seharian memakai Alat Pelindung Diri (APD), tidak boleh makan, minum bahkan buang air kecil/besar sekalipun. Bayangkan perjuangan mereka. Sepatutnya, kita harus berikan haknya sesuai regulasi yang ada,” ujar H. Tohari.
Keterlambatan pembayaran insentif Nakes juga akan akan berakibat terlambatnya pembayaran tambahan penghasilan pegawai (TPP). H. Tohari menjelaskan, seusai dengan Surat Kementerian Dalam Negeri Nomor 900/4141/Kedua, tertanggal 6 Juli 2021, pemberian TPP Semester kedua kepada pemerintah daerah diberikan setelah kewajiban insentif tenaga kesehatan daerah telah dibayarkan sekurang-kurangnya sebesar 50 % dari alokasi anggaran sampai dengan bulan Juni 2021.
Rincian realisasi anggaran refocusing 8% DBH/DAU Tahun Anggaran 2021 Provinsi Jawa Timur, untuk Kabupaten Bondowoso adalah sebagai berikut; pagu anggaran penanganan Covid-19 sebesar 1.96 miliar, terealisasi 1,29 miliar (65,79%).
Anggaran dukungan vaksinasi sebesar 470 juta terealisasi 20 juta (4,8%), Anggaran dukungan pada Kelurahan dalam rangka penanganan Covid-19 sebesar 2,44 miliar terealisasi 770 juta (31,7%).
Insentif tenaga kesehatan daerah sebesar 9,9 miliar terealisasi 0 rupiah (0%), anggaran belanja kesehatan lainnya dan kegiatan prioritas sebesar 53,7 miliar terealisasi 0 rupiah (0%). (sam/mzm)






