Banyuwangi, Memox.co.id – Dampak Pandemi Covid-19 penjualan hewan kurban khususnya Kambing sepi pembeli dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Bahkan untuk tahun 2021 ini penjualan hewan kurban turun drastis.
Fawaid, penjual hewan kurban mengungkapkan, di masa Pandemi Covid-19 ini penjualan hewan qurban khususnya hewan kambing sangat sepi pembeli.
“Sejak saya membuka lapak di jalan raya Rogojampi – Genteng sekitar dalam waktu seminggu laku 18 ekor kambing,” ujar Fawaid, Kamis (15/7/2021) siang.
Jika sebelum virus Corona mewabah di bumi Pertiwi ini, perminggunya mampu menjual hingga 100 ekor hingga 120 ekor kambing.
“Penjualan hewan kurban menurun, saya sejak buka lapak dan membawa 70 ekor kambing masih tersisa 15 ekor. Kalau sebelum Pandemi perminggunya saya bisa jual 100 ekor malah bisa lebih,” ungkapnya.
Ia menjelaskan harga per ekornya sangat bervariatif, tergantung jenis kambingnya. Untuk kambing jenis etawa yang berukuran sedang harganya berkisar Rp 2,6 juta per ekornya, sedang untuk yang berukuran besar bisa mencapai Rp 5 juta per ekornya.
Biasanya sambung Fawaid orang yang membeli hewan kambing itu tidak langsung dibawa pulang. Dititipkan dulu. Setelah mendekati hari H baru hewan yang sudah dibeli itu diambil.
Fawaid berharap dengan situasi yang seperti ini (Pandemi) dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ini dagangannya bisa habis.
“Apalagi sekarang diberlakukan PPKM, secara otomatis mempengaruhi dagangan saya ini, semoga dagangan saya ini bisa habis,” tandasnya. (ind/mzm)






