Ayah Ditemukan Tewas di Aliran Sungai, Anak Punya Riwayat Asma Kaget dan Meninggal

Warga Saat mengevakuasi korban Nasihin yang ditemukan tewas di aliran sungai Kumbo, Kemiri, Kecamatan Singojuruh.

Banyuwangi, Memox.co.id – Mancing di sungai dibelakang rumahnya tidak kunjung pulang, Nasihih (60), warga Dusun Kemiri, Desa Kemiri, Kecamatan Singojuruh ditemukan tewas di aliran sungai. Melihat riuh orang membopong jasad ayahnya, Nasida anak kandung korban langsung histeris dan langsung tidak sadarkan diri, Jum’at (11/6/2021).

Korban pamitan ke istrinya pergi mancing sekitar pukul 10.00 pagi, namun hingga pukul 17.30 sore tidak kunjung pulang. Takut terjadi apa-apa terhadap suaminya, istri korban meminta tetangganya mencari Nasihin di sungai yang ada dibelakang rumahnya.

Kapolsek Singojuruh, Iptu Abdul Rohman membenarkan adanya orang meninggal dialiran sungai Kumbo, sungai yang ada dibelakang rumah korban. “Menurut keterangan saksi, sekitar pukul 10.00 pagi korban berpamitan kepada istrinya Henda mancing di sungai yang ada dibelakang rumahnya. Padahal, sebelum berangkat mancing korban sempat mengeluh tidak enak badan,” kata Iptu Romhan, Minggu (13/6/2021) siang

Biasanya, kata Iptu Romhan, korban kalau mancing tidak pernah lama. Karena cemas, dan takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, istri korban meminta tolong kepada tetangga untuk mencarikan suaminya.

“Lalu sekitar pukul 17.30 sore korban belum kembali atau pulang kerumah, sehingga keluarga korban meminta bantuan kepada warga sekitar mencari korban di sekitaran lokasi sungai,” terang Kapolsek Singojuruh.

Lanjut Abdul Rohman, tidak lama berselang, sekitar setengah jam kemudian. Tepatnya pukul 18.00 petang, warga melihat baju warna putih dialiran sungai. Setelah didekati ternyata seseorang lelaki dengan posisi tergeletak dan sudah tidak bernyawa.

“Setelah di cek dan di pastikan ternyata sosok tersebut adalah Nasihin dalam keadaan sudah meninggal dunia, dan korban di evakuasi kerumah duka,” sambungnya.

“Melihat bapaknya ditemukan tewas di aliran sungai, Nasida, anak korban yang mempunyai riwayat penyakit asma langsung tak sadarkan diri, lalu di bawa ke Pukesmas Singojuruh untuk diberikan perawatan oleh warga,” paparnya.

Terpisah, Kepala Desa (Kades) Kemiri, Panti Utomo membenarkan adanya warga yang ditemukan di sungai dalam keadaan tidak bernyawa. Dan dari pemeriksaan medis ditubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

“Betul tadi ada kabar duka, korban murni kecelakaan, dan dari hasil pemeriksaan medis, ditemukan tanda-tanda kekerasan,” ujar Panti Utomo.

Sedangkan Nasida (35), anak korban yang pingsan dan dirawat Puskesmas Singojuruh juga meninggal dunia. Meninggalnya Nasida ini tidak lama setelah ditemukan jasad ayahnya. “Meninggalnya bapak dan anak ini waktunya hampir bersamaan,” ucap Kades Singojuruh.

Pihak keluarga korban menerima kematian Nasihih, dan menolak dilakukan otopsi. Selanjutnya pihak Polsek Singojuruh menyerahkan korban kekeluarganya untuk segera dimakamkan. (ant/mzm)