Bupati Salwa Minta ASN dan BUMD Inovatif

Bupati Salwa Minta ASN dan BUMD Inovatif
Bupati serahkan penghargaan. (sam)

Bondowoso, Memox.co.id – Untuk meningkatkan pelayanan pada masyarakat, ASN (Aparatur Sipil Negera), khususnya kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) meningkatkan inovasinya.

“ASN adalah pelayanan masyarakat. Oleh karena itu, saya minta agar terus berinovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Demikian juga dengan BUMD yang dekat dengan masyarakat,” pinta Bupati Bondowoso, Drs. KH. Salwa Arifin.

Agar inovatif, kata Kyai Salwa, sapaan Bupati Bondowoso, kompetisi inovasi digelar oleh Pemerintah Provinsi Jatim dan Pusat. Kalau tahun-tahun sebelumnya, hanya berupa naratif, tapi sekarang harus real dilapangan.

Ditambahkan, kalau sebelumnya, inovasi yang dikompetisikan tidak terbatas jumlahnya. Tahun ini, hanya ada 10 jenis inovasi yang betul-betul bersentuhan dengan pelayanan publik.

Dengan sistem seperti ini, terciptalah kompetisi lokal. Baik di internal masing-masing daerah maupun antar daerah. Inovasi ini harus dilakukan, mulai dari tingkat kelurahan hingga kabupaten.

“Sebetulnya inovasi ini merupakan kewajiban ASN dan BUMD. Kalau misalkan dalam kompetisi menang dan mendapat penghargaan, itu bonus,” kata Kyai Salwa dalam acara Penganugerahan Iniovasi Pelayanan Publik Terbaik Tahun 2021 di Pendopo kemarin.

Ditambahkan, inovasi menjawab masalah. Artinya, kalau dalam pelayanan masih ada masalah berarti tidak inovatif. Maka untuk menghindari masalah, harus inovatif. Manfaat secara internal, inovasi sebagai supporting.

Misalnya, lanjut Kyai Salwa, inovasi di tingkat Kelurahan. Yaitu mempermudah seluruh pengurusan Adminduk (Administrasi Kependudukan). Pembuatan KTP, KK, Akta Kelahiran dan lain sebagainya.

“Pemkab Bondowoso dalam membangun sistem untuk menciptakan inovasi melibatkan 5 unsur. Akademisi, dunia usaha, komunitas/ormas, media, dan pemerintah sendiri,” jelasnya. (sam/mzm)