Bondowoso, Memox.co.id – Untuk menekan penyebaran Covid 19 pada Hari Raya Idul Fitri, Pemkab, TNI, dan Polri terus melakukan koordinasi.
Informasi terbaru, pada malam takbiran, Tim akan mengosongkan alun-alun Ki Bagus Asra. Hal itu diputuskan dalam Rakor yang dipimpin oleh Wakil Bupati H. Irwan Bahtiar Rahmat yang dihadiri Kapolres Bondowoso, AKBP Erick Frendriz, Sik, Msi, Dandim Letkol Widi Widayat, ST.
Hadir pula Danyonif 514, Letkol In Sumardi, SE, Msi, Jubir Satgas Virus Corona, dr. Mohammad Imron, MMkes, Plt Kepala BPBD Drs. Ec. Adi Sunaryadi, Kepala DPMD, Haeriyah Yuliati, S.Sos, dan pejabat terkait lainnya.
Dr. H. Imron, sapaannya mengatakan, untuk penutupan Fasum (Fasilitas Umum) pada malam takbiran, kita tunggu surat resminya. Hawatir ada perbedaan, antara penjelasan tim dengan isi surat.
“Tadi kan masih Rakor, masih mentahan. Hasil Rakor akan diedarkan secara resmi. Jadi tunggu sehari dua hari. Hawatir tidak sama penjelasan saya dengan surat resminya,” kata dr. H. Imron.
Kepala Dinkes ini menambahkan, dari seluruh pembahasan dari awal hingga ahir adalah keselamatan warga Bondowoso.
“Jangan diartikan, pengetatan ini untuk meniadakan kebiasaan merayakan Hari Raya Idul Fitri,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Kapolres Bondowoso, Erick Frendriz mengatakan, keputusan yang sudah pasti, pada malam takbir tim akan mensterilkan alun-alun. Tidak boleh ada kegiatan apapun pada malam itu.
Sebab, lanjut Polisi berwajah artis ini, kalau alun-alun tidak disterilkan, khawatir menciptakan klaster baru penyebaran virus Corona. Dan pengetatan ini juga merupakan instruksi dari Satgas Covid 19 Pusat.
“Kalau ada yang memalsukan Surat Perjalan yang dikeluarkan oleh Kades atau Kalur bagi warganya yang akan keluar kota, pasti disanksi. Siapapun mereka. Warga sipil, TNI, Polisi, ASN, pejabat, politisi, pengusaha, dan yang lainnya,” kata Erick, sapaannya. (sam/mzm)






