Surabaya, Memox.co.id
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur (Jatim) merampungkan rekapitulasi Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, di tingkat provinsi.
Hasilnya calon presiden (capres) dan wakil presiden (cawapres) nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin unggul telak atas penantangnya capres dan cawapres nomor 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.
Di Jatim, pasangan petahana ini mendapat suara sebanyak 16.231.668 dengan presentase 65,79 persen. Sedangkan Prabowo-Sandi hanya mendapat 8.441.247 dengan presentase 34,21 persen.
“Perolehan total menurut perhitungan terakhir tadi ada total 25.511.241 pemilih yang menggunakan hak pilihnya. Dari total tersebut untuk paslon 01 itu ada 16.231.668 suara. Sedangkan untuk paslon 02 ada total 8.441.247 suara,” kata Ketua KPU Jatim Choirul Anam, usai rekapitulasi di Hotel Singgasana Surabaya, Sabtu (11/5).
Anam mengatakan total suara di Jatim mencapai 25.511.241 pemilih, dengan suara tidak sah sebesar 838.326, dan suara sah total sebanyak 24.672.915.
Persentase kemenangan paling besar untuk Jokowi-Ma’ruf terdapat di Kabupaten Kediri, yakni sebesar 82.50 persen. Sedangkan bagi Prabowo-Sandi persentase tersebar ada di Kabupaten Pamekasan sebanyak 83,78 persen.
Dari data tersebut, Anam mengklaim jumlah partisipasi pemilih di Jawa Timur kali ini terbilang cukup tinggi. Anam menyebut persentasenya mencapai 82,5 persen. Hal itupun menjadi hal positif, lantaran dari pusat sendiri hanya menargetkan 77,5 persen suara.
“Kalau bicara partisipasi pemilih atau kehadiran di Jawa Timur tadi secara singkat kita hitung ada 82,5 persen untuk partisipasi pemilihnya. Di atas target kita maupun target nasional 77,5 persen,” ujar Anam.
Tingkat partisipasi tersebut, kata Anam telah melampaui target awal pihaknya yakni sebanyak 80 persen. Anam pun bersyukur atas capaian itu. Ia menilai antusiasme masyarakat makim tinggi.
“Jadi Alhamdulillah bisa terlampaui antusiasme masyarakat datang ke TPS sangat tinggi ya,” ucap Anam.Lebih lanjut, data rekapitulasi ini pun bakal dibacakan dan disahkan pukul 09.00 WIB, untuk ditandatangani oleh saksi. Selanjutmya, Anam mengaku akan menyerahkan hasil ini ke tingkat nasional di KPU RI, pada 12 hingga 13 Mei.
“Mungkin akan berangkat tanggal 12 atau maksimal tanggal 13 Mei ke KPU RI untuk melakukan proses rekapitulasi jenjang berikutnya. Rekapitulasi nasional di kantor KPU Republik Indonesia di Jakarta,” pungkasnya.
Sebelumnya rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Pemilu 2019 di KPU Jatim menjelang hari terakhir, Kamis 9 Mei 2019 berjalan alot hingga berujung deadlock.
Rekapitulasi suara untuk empat kabupaten di Madura diwarnai hujan protes dari saksi caleg. Rekapitulasi hingga menjelang dini hari itu juga sempat diwarnai aksi menggebrak meja.
Saksi DPD RI, Boy Rahmatullah, misalnya. Dia mengaku menggebrak meja untuk memberi shock therapy kepada KPU dan Bawaslu Jatim, karena tak kunjung memberi keputusan atas protes saksi Partai Demokrat.
“KPU dan Bawaslu bertele-tele, tak kunjung memberi keputusan,” ujar BoyAksi gebrak meja juga dilakukan saksi dari Partai Golkar, Sahat Tua Simanjuntak. Namun aksi itu ditanggapi santai Ketua KPU Jatim Choirul Anam. KPU menganggap gebrak meja untuk menghilangkan rasa kantuk saat rekapitulasi.
“Tadi kan peserta rekap sudah banyak yang mengantuk, jadi Bang Sahat cuma bikin aksi biar suasana hidup lagi. Saya hanya tertawa saat menyaksikan,” tandas Anam. (sur/ano)





