Kota Malang, Memox.co.id – Vaksinasi yang rencananya bakal ditujukan kepada belasan ribu Pedagang yang ada di Kota Malang, masih menunggu antrian setelah lansia dan beberapa prioritas penerima vaksin lain.
Hal tersebut dijelaskan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif, untuk sementara ini vaksinasi bagi pedagang masih belum dilaksanakan.
“Pedagang belum, masih lansia dulu. Nanti vaksin datang lagi kita bagi lagi. Karena selain pedaganh pasar, bagian perhotelan dan atlet juga belum sama sekali,” ujarnya, Senin (29/3/2021).
Sementara itu, untuk jumlah pasti pedagang pasar yang telah terdata dari 26 pasar di Kota Malang sebanyak 14 ribu orang. Menurut Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan Kota Malang, Muhammad Sailendra, untuk jumlah terbanyak didominasi dari pasar besar.
“Pedagang di Kota Malang ada 14.000 orang dari 26 pasar yang tersebar di Kota Malang. Yang paling banyak dari Pasar Besar,” paparnya.
Dikatakan, untuk data pedagang tersebut sebelumnya sudah disetorkan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang.
“Sekarang kan pelayan publik dan lansia vaksinnya di faskes pilihan. Apakah seperti itu, ataukah nanti di pasar itu nanti tergantung Dinkes,” tandasnya.
Lalu dr Husnul Muarif menambahkan, telah mendapatkan sebanyak 2900 vial vaksin Sinovac untuk lansia.
“Kemarin ada informasi kita dapat 2900 botol. 1 botol isinya 10. Jadi ada 29000 dosis. Itu gak bisa 29000, tapi dibagi dosis satu dan dosis dua,” terangnya.
Dari situ diperkirakan sebanyak 14500 lansia akan mengikuti vaksin awal. Dan nanti akan dilanjutkan secara bertahap. Sebab total lansia Kota Malang yang terdata sebanyak 75 ribu orang.
“Lansia kita sebanyak 75 ribu. Nanti bertahap, 14500 dulu, nanti datang vaksin lagi, kita vaksin lagi,” tuturnya.
Terkait pelayanan vaksinasi lansia menggunakan sistem Drive Thru sendiri rencananya bakal berada di Jalan Gajah mada Hingga Jalan Sultan Agung.
Sedangkan untuk pendaftarannya vaksinasi Drive Thru bisa diakses melalui aplikasi Halodoc.
“Aplikasinya dengan halodoc itu, nanti di drive thru berapa kapasitasnya dengan ketersediaan vaksin, akan kita rapatkan bersama,” imbuhnya.
Untuk vaksinasi secara Drive thru ini diperkirakan bakal menyediakan layanan sekitar 500 lansia. Kemudian sisanya bisa dilakukan di Fasilitas Kesehatan (Faskes) yang tersebar.
“Mungkin cukup 500 (sasaran lansia) untuk tanggal 1 April, nanti selebihnya yang sisa vaksin itu di faskes yang tersebar. Ada 80 faskes,” tandasnya. (gab/man)






