Batu Kota Seribu Portal

Kota Batu, Memox.co.id – Dikenal sebagai kota wisata, otomatis menjadikan Kota Batu sebagai daerah terbuka. Artinya, masyarakat kota ini sangat menerima kehadiran warga luar atau wisatawan yang datang.

Namun, semenjak mewabahnya penyakit yang disebut corona alias Covid- 19 mengubah segalanya. Betapa tidak, kota ini menjadi tertutup dengan kehadiran orang luar.

Hal itu terlihat dengan banyaknya portal atau penyekat masuk jalan. Tidak hanya jalan besar tetapi beberapa gang atau lorong jalan kampung ditutup.

Tidak sekedar bambu atau kayu yang dijadikan penghalang jalan, melainkan terbuat dari besi lengkap dengan gembok atau rantai gembok.

Saking banyaknya portal di jalanan tidak heran banyak yang mengatakan Kota Batu kini berubah menjadi kota seribu portal. Bahkan tagar batu seribu portal (#batuseribuportal) banyak diupload di media sosial seperti instagram maupun facebook.

“Sebenarnya masyarakat itu tidak sekedar waspada corona tapi juga waspada maling. Paling tidak dampak dari pelepasan napi itu juga diwaspadai,” kata Saipul, Ketua RT di Desa Pesanggrahan Batu.

Portal itu secara sosial juga membantu penghambatan penyebaran corona. Dengan portal akan mengurai pergerakan manusia. Di sisi lain juga membuat masyarakat tergerak ikut mengamankan daerahnya, dengan ronda tiap malam secara bergiliran. (jun)