MEMOX.CO.ID – Lapas Kelas I Malang menggelar Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) di halaman Museum Penjara Lowokwaru sebagai langkah percepatan pelaksanaan program ketahanan pangan Pemasyarakatan Jawa Timur Senin (05/01/25)
Sidang ini dilaksanakan untuk menindaklanjuti kebutuhan tenaga kerja pembinaan di pusat ketahanan pangan SAE L’SIMA Ngajum.
Sebanyak 28 warga binaan diajukan dalam sidang tersebut untuk dinilai kelayakannya mengikuti program asimilasi di luar lapas.
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi awal tahun Lapas Malang dalam mengoptimalkan peran SAE sebagai pusat pembinaan produktif. Sidang berlangsung dengan mengedepankan prinsip objektivitas dan akuntabilitas.
Dari hasil pembahasan dan penilaian seluruh anggota TPP, sebanyak 21 warga binaan dinyatakan memenuhi persyaratan administratif dan substantif.
Warga binaan yang disetujui tersebut selanjutnya akan menjalani asimilasi di luar lapas dengan melaksanakan pembinaan sekaligus bekerja di SAE L’SIMA Ngajum.
Penempatan dilakukan secara terukur sesuai minat dan kemampuan warga binaan pada berbagai bidang kegiatan.
Bidang tersebut meliputi sektor pertanian, perikanan, hingga peternakan yang menjadi fokus pengembangan SAE. Proses seleksi ini bertujuan memastikan keberlangsungan program berjalan optimal dan berkelanjutan.
Kalapas Malang, Teguh Pamuji, menegaskan bahwa Sidang TPP ini merupakan langkah strategis percepatan di awal tahun untuk mendukung program ketahanan pangan.
“Sidang TPP ini adalah percepatan awal tahun agar program ketahanan pangan di SAE L’SIMA Ngajum dapat segera berjalan maksimal dengan dukungan sumber daya manusia yang siap,” ujar beliau.
Beliau menambahkan bahwa SAE terus didorong menjadi pusat pembinaan yang produktif dan berdampak nyata. Menurut beliau, keterlibatan warga binaan dalam berbagai sektor di SAE juga menjadi sarana pembinaan kemandirian yang terarah.
“Kami ingin SAE tidak hanya menjadi tempat pembinaan, tetapi juga pusat kontribusi nyata Pemasyarakatan bagi ketahanan pangan,” pungkas beliau. (fik/lps)






