MEMOX.CO.ID- Dalam upaya mewujudkan swasembada gula 2026, Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal (DIRJEN) Perkebunan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, melaksanakan Tanam Perdana Bongkar Ratoon seluas 1.164 hektare di Kabupaten Malang.
Plt. Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Abdul Roni Angkat mengatakan, program bongkar ratoon tebu ini penting dilakukan agar tahun 2026 nanti, Indonesia tidak lagi impor gula.
“Maka kita harus sukseskan program ini dan kita tunjukkan semangat kita,” katanya, Rabu (5/11/2025) saat ditemui di Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang.
Lebih lanjut ia menjelaskan, dalam mendukung upaya program swasembada gula 2026, pemerintah pusat akan menyediakan bantuan benih untuk penanaman tebu 2025. Kemudian juga bantuan subsidi pupuk ZA sebagai dukungan peningkatan produktivitas.
Selain subsidi pupuk, para petani tebu dapat mengajukan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Rp500 juta per tahun. Oleh karena itu, kedua program tersebut diharapkan dapat berjalan beriringan untuk memperkuat daya saing petani dan mempercepat terwujudnya swasembada gula nasional.
“Di Kabupaten Malang itu potensinya ada 15.000 hektare. Ini benar-benar harus kita dorong supaya ini bisa selesai ditanam sebanyak 15.000 hektare,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Avicenna M. Saniputera menambahkan, memang luasan lahan yang akan di bongkar ratoon untuk Kabupaten Malang dialokasikan 15.000 hektare. Cuma mengingat waktu tanam hanya 1,5 bulan, petani yang ikut program ini hanya 1.164 hektare. Dan yang siap tanam masih 400 hektare.
“Sedangkan yang sudah tertanami tebu masih 76 hektare,” katanya.
Oleh karena itu, perjuangan ini kata Avicenna, masih cukup panjang. Apalagi pertengahan November 2025, semua lahan di Kabupaten Malang sudah harus selesai ditanami tebu. Harapannya, jasa penyedia bibit segera memenuhi karena sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat.
“Kemudian infonya program ini tidak hanya berhenti di sini dan terus berlanjut sampai 2027,” pungkasnya. (nif/ume).
