Zainul Fatoni: Wakil Rakyat Harus Ngajeni Ngopeni

Zainul Fatoni: Wakil Rakyat Harus Ngajeni Ngopeni
Zainul Fatoni menyapa warga konstituennya sebagai bentuk amanah yang dititipkan sebagai wakil rakyat. (foto:hud)

MEMOX.CO.ID – Menjadi wakil rakyat harus mampu ngajeni dan ngopeni atau merawat rakyat, serta memberikan pelayanan dengan baik. Bahkan, harus memiliki tanggung jawab terhadap konstituennya, baik tanggung jawab lahir maupun batin.

Pernyataan itu disampaikan Anggota DPRD Kota Probolinggo dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Zainul Fatoni, Rabu (13/08/2025).

Zainul Fatoni menjelaskan, ngajeni atau menghargai, ngopeni atau merawat, serta melayani harus dimiliki politisi untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Zainul Fatoni: Wakil Rakyat Harus Ngajeni Ngopeni
Zainul Fatoni menyapa warga konstituennya sebagai bentuk amanah yang dititipkan sebagai wakil rakyat. (foto;hud)

Mumpuni atau kompetensi yaitu menguasai bidang tugasnya. Tidak hanya menguasai teori tetapi juga cakap, terampil dalam mengaplikasikannya.

“Orang yang mumpuni, ngajeni dan ngopeni itu biasanya juga mrantasi, dan sembodo. Selain itu tidak sekadar omong doang atau omdo, tapi bisa dibuktikan dan mampu memberikan perubahan berarti bagi pemilihnya, sehingga semakin sejahtera,” tandasnya.

Sedangkan ngopeni, berarti memelihara, menjaga, mengurus, dan merawat hal-hal yang menjadi bidang tugasnya. Misalnya ketika bercocok tanam atau menjadi tukang kebun, maka harus bisa memelihara kebun dan seisinya agar sayuran dan tanaman tumbuh subur. Sehingga ada kegiatan memberi pupuk, menyiram, dan menyiangi tanaman.

“Menjadi wakil rakyat itu memiliki tanggung jawab terhadap pemilihnya, baik tanggung jawab lahir maupun batin. Punya tanggungjawab dan amanah itu bukan hanya lahirnya, namun batinnya juga,”ucap Zainul Fatoni.

Ngopeni artinya melayani. Zainul Fatoni menyebut wakil rakyat itu tugasnya melayani atau memberikan pelayanan yang baik atau cepat, mudah, murah, dan ramah. Karenanya, apabila sudah mendedikasikan diri masuk di parlemen, maka sebagai tuannya adalah rakyat, sehingga kepuasan rakyat adalah kebahagiaannya.

Apalagi harus memiliki pemikiran, bahwa sudah seberapa jauh pekerjaan yang dilakukan memberikan pelayanan dan kepuasan kepada masyarakat. Apakah rakyat masih ada yang menggerutu, masih ada atau tidak, serta kebutuhan-kebutuhan masyarakat lainnya.

“Itulah tugas kita. Bekerja jangan hanya memikirkan bahagia atau tidak, tetapi apakah masyarakat sudah bahagia atau belum,” pintanya.

Sekretaris Komisi I DPRD Kota Probolinggo juga menjelaskan, apabila kompetensi, memelihara, dan melayani sudah dilakukan dengan baik, maka secara tidak langsung profesional dan melayani tidak hanya dalam ide saja, melainkan sudah pada tataran aplikasi. Terlebih profesionalisme harus ditunjukkan dengan keterampilan dalam melaksanakan tugas sesuai amanah konstituen yang memilihnya.

Dua kali mendapat amanah, sosok legislator muda ini merasa pelantikan hanyalah perayaan saja. Karena baginya, tugas terpenting adalah bagaimana bisa mewakili aspirasi rakyat, untuk dibahas dalam legislatif.

“Rasanya berbeda sekarang. Ini tanggung jawab dalam konsistensi menjadi wakil rakyat,” tutur Zainul Fatoni.

Begitu juga, Zainul Fathoni mengakui, kembali dipercaya masyarakat di Dapil Mayangan menjadi anggota dewan, bukanlah sebuah hal yang bisa dianggap enteng. Justru, memikul beban berat untuk mengemban tugas lima tahun ke depan.

“Dengan sekarang periode kedua harapan masyarakat bertambah, itu yang jadi beban buat saya. Tapi jadi semangat dan motivasi,” terangnya.

Demikian juga, dirinya merasa lima tahun sebelumnya menjadi anggota DPRD Kota Probolinggo tugasnya belum selesai. Masih banyak aspirasi rakyat yang belum dijalani.

Sebab, selama menjabat di periode sebelumnya, menjalankan beberapa prioritas program.

Selain memastikan, ke depan akan berusaha menjadi wakil rakyat yang bisa mewujudkan semua aspirasi warga, khususnya di dapilnya.

“Intinya sesuai janji kita saja, aspirasi masyarakat apa itu yang kita perjuangkan. Masalah tidak bisa dibicarakan sekarang saja karena setiap turun, ada saja masalah baru untuk fokus di situ,” pungkasnya. (hud/syn)