Indeks
Hukum  

Junior Pegawai BNI Diduga Jadi Korban Nafsu Senior

Sumenep, Memox.co.id – Onkum pegawai senior kantor cabang pembantu (KCP) BNI Prenduan, Sumenep diduga melakukan pelecehan seksual kepada yuniornya sendiri, ditempat kerjanya, baru baru ini. Dugaan pelecehan seksual itu dilakukan secara verbal maupun non verbal.

Oknum pegawai BNI senior itu berinisial SH. Sedangkan yuniornya berinisial ER. ER sering diduga sering mengalami pelecehan dengan perkataan mesum oleh pria yang profesinya sebagai pemasaran di BNI KCP Prenduan. “Kamu cantik ya? Bagus ya badan kamu. Pasti kamu seksi banget. Kamu dijilatin dari bawah sampai atas mau saya,” ujar korban.

Wanita asal Kota Sumenep itu mengaku sering dilecehkan, mulai dari perkataan sampai percobaan melalui tangan oleh pelaku SH, 44  warga asal Situbondo. Korban mengungkapkan, jika tindakan salah satu pegawai senior di tempat kerjanya sangat melecehkan dirinya sebagai kaum hawa.

Korban ER mengungkapkan kalau akibat tindakan pelecehan ini korban mengalami perlakukan tidak senonoh dan melecehkan sebagai perempuan.

Dia mengaku, SH (pelaku) sering melecehkan dengan perkataan mesum. Sehingga ER merasa terganggu dan takut untuk berangkat kerja

“Tak hanya itu, pelaku sering berkata kata melecehkan, dengan mengajaknya untuk melakukan hubungan badan dan semacamnya, yang membuat saya risih dan ketakutan,” ungkap ER kepada media

Meski ER berusaha menghindar dari pelaku, namun, perlakuan SH semakin menjadi dari hari ke hari. Bahkan, sempat melakukan upaya pelecehan fisik. Sehingga, kejadian itu korban mengaku trauma dan ketakutan dan korban sempat meminta cuti selama beberapa hari kepada pimpinannya.

“Tindakan pelecehan ini dilakukan berkali kali oleh pelaku. Bahkan, pelaku sempat mencium tangan korban saat sedang bekerja di kantor. Namun, saya (Korban, Red) sempat menarik tangan,” paparnya.

Beruntung ada cctv yang masih melindungi. Kalau kata-kata SH memang tidak terekam. Tapi saya yakin ada rekaman video yang membuktikan. Lebih parahnya lagi. Rayuan itu tidak hanya kepada ER. Namun, pelaku juga sempat merayu ibu kandung korban yang membuat korban semakin takut dan trauma.

“Pelaku itu juga merayu ibu saya melalui chating wa, dan pelaku minta hal yang aneh-aneh. pelaku sempat berusaha mencium pipi saya, akan tetapi saya langsung berusahalah menghindar, ” ujar korban.

Sementara SH saat dikonfirmasi enggan untuk memberikan klarifikasi. Bahkan pihaknya menyampaikan jika masalah itu akan dimediasi untuk diselesaikan dengan korban. “Saya akan ke Pamekasan pada hari Senin 27 Juni 2022 untuk menyelesaikan masalah ini dan bagaimanapun hasilnya di hari Senin akan saya sampaikan, ” katanya pada Minggu (26/06/2022 ).

Sementara itu, pimpinan BNI Madura, Eri Prihartono setelah di konfirmasi adanya kejadian tersebut. Pihaknya akan tegas untuk memberikan sanksi dalam kasus tersebut, karena hanya saat ini ada laporan yang mencemarkan nama baik BNI. “Hanya baru kali ini ada laporan yang tidak mengenak kan, dan saya akan segera lakukan infestigasi, dan pastinya saya akan lakukan sanksi terhadap yang bersakutan,” ujarnya. (Udi/Srd)

Exit mobile version