Banyuwangi, Memox.co.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi langsung melakukan pemeriksaan kepada warga binaan yang berinteraksi dengan M. Yunus Wahyudi Narapidana yang terpapar virus Corona. Langkah cepat ini dilakukan agar tidak terimbas di Napi lainnya.
Saat ini M. Yunus Wahyudi, aktivis Anti masker itu menjalani perawatan di RSUD Blambangan, Banyuwangi pasca dinyatakan positif Covid-19. Agar virus Corona tidak menular ke Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Lapas bersama Dinas Kesehatan melakukan tracing dan pemeriksaan rapid antigen kepada 28 WBP yang kontak erat dengan terdakwa kasus informasi hoak yang sempat viral di media sosial.
- Baca juga: Mucikari Terciduk Saat Jaga Anak Buahnya
Kalapas Kelas IIA Banyuwangi, Wahyu Indarto mengatakan, sejak adanya satu WBP yang positif Covid-19, pihaknya langsung berkoordinasi dengan dinas kesehatan, agar virus Corona tidak menular ke WBP yang lain.
“Kami langsung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan kemudian diambil alih oleh Pukesmas Mojopanggung, untuk melakukan tracing dan melaksanakan test rapid antigen,” kata Wahyu Indarto, Selasa (6/4/2021) siang.
Wahyu menjelaskan, ada 22 WBP yang satu kamar dengan Tahanan yang positif Covid-19, dan 6 WBP lainnya merupakan penghuni kamar yang bersebelahan dengan Yunus. Kemudian mereka didata dan satu persatu menjalani test rapid antigen.
“Hasilnya semua negatif, dan semua WBP hasil tracing kita pisahkan dengan yang lain. Kita tempatkan diruang isolasi yang telah dipersiapkan,” jelasnya.
Lanjut Kalapas, Yunus masuk dalam Lapas pada 23 Maret, seminggu kemudian yang bersangkutan mengeluh demam dan sesak napas. Tim medis Lapas merawat dan memberikan obat, namun setelah lima hari kondisinya tak kunjung baik akhirnya diputuskan untuk dirujuk ke rumah sakit. “Yang jelas waktu masuk Lapas tidak ada tanda tanda Covid, namun kondisi fisiknya lemah,” tandasnya.
Menurutnya, untuk penanganan dan pencegahan Covid-19 khususnya dalam area Lapas, sudah sesuai dengan anjuran pemerintah. Penerapan protokol kesehatan benar benar diutamakan, bahkan untuk menjaga imun semua WBP setiap pagi melakukan senam dan diberikan vitamin dengan harapan tidak ada yang terkena Covid-19.
“Untuk keluarga WBP tidak perlu kuatir. Karena dalam melakukan pembinaan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” ucap Kalapas
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr. Widji Lestariono membenarkan bahwa M. Yunus Wahyudi terkonfirmasi Covid-19. dan saat ini masih dilakukan perawatan di RSUD Blambangan. “Iya benar, kondisinya sudah membaik,” pungkasnya. (ras/mzm)






