Waspada, Satlantas Polres Trenggalek Siap Bikin Jera Pemilik Motor ber-Knalpot Brong

66
0
Waspada, Satlantas Polres Trenggalek Siap Bikin Jera Pemilik Motor ber-Knalpot Brong
BARANG BUKTI: Belasan motor dengan knalpot brong diamankan di Mapolres Trenggalek. (foto polres trenggalek)

Trenggalek, Memox.co.id – Belasan sepeda motor brong diamankan oleh jajaran Satlantas Polres Trenggalek. Tindakan tegas berupa tilang dan kewajiban mengganti sesuai standar pun harus dilakoni para pengendara sepeda motor brong tersebut.

Kasatlantas Polres Trenggalek, AKP Imam Mustolih, S.H., S.I.K., M.Si. menegaskan, keberadaan sepeda motor yang menggunakan knalpot brong tersebut dinilai sangat mengganggu ketenangan warga dan berpotensi menjadi salah satu faktor timbulnya gangguan Kamseltibcarlantas.

“Dari operasi hunting system diseputaran kota dan sekitarnya tadi malam, kita amankan sedikitnya 11 Ranmor yang tidak sesuai spektek dan satu pelanggar yang tidak memakai helm. Seluruhnya kita amankan di Mapolres,” tegas AKP Imam.

Ditambahkan AKP Imam, pelanggaran tersebut merupakan pelanggaran yang dilakukan dengan mengganti onderdil kendaraan bermotor yang tidak sesuai spektek atau melanggar ketentuan yang berlaku.

Dimana akan berakibat terhadap ketidaktertiban berlalulintas, atau bahkan mengarah pada potensi terjadinya laka lantas.

“Melanggar pasal 285 ayat (1) UU RI Nomor 22 Tahun 2009 yang ancaman hukumannya maksimal 1 bulan penjara atau denda Rp 250 ribu rupiah,” tegasnya.

Guna menumbuhkan efek jera dan dan tidak mengulangi lagi perbuatannya serta menumbuhkan kesadaran berlalu lintas selain tindakan tilang, pelanggar diperbolehkan mengambil sepeda motor setelah mengganti sesuai dengan onderdil standar.

BACA JUGA: Kiano Jualan Kue Buat Biaya Hidup

Lebih lanjut, Perwira pertama alumni Akpol Tahun 2008 ini mengatakan, penindakan tegas terhadap knalpot brong akan menjadi prioritas utama.

Kegiatan berupa razia dan hunting system juga akan terus digalakkkan guna meningkatkan kedisiplinan masyarakat dan keselamatan dalam berlalu lintas.

“Jadikan tertib lalu lintas sebagai budaya, gaya hidup dan kebutuhan. Untuk keamanan dan keselamatan kita bersama,” pungkasnya. (*/fik)