Gresik, Memox.co.id – Sejumlah warga Kelurahan Gulomantung Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik tetap bersikukuh menolak adanya pabrik peleburan baja, tembaga dan perunggu milik PT Indomas Metal Recyle (IMR) yang akan didirikan. Pasalnya, warga trauma dan kuatir adanya limbah logam serta polusi udara.
Meski sudah dimediasi oleh Muspika Kecamatan Kebomas kurang lebih dua jam dalam pertemuan tersebut, sayangnya warga tetap menolak jika nanti pabrik tersebut dioperasikan.
- Baca juga: Mucikari Terciduk Saat Jaga Anak Buahnya
Fuad, salah satu tokoh masyarakat Kelurahan Gulomantung menuturkan, prinsipnya warga tetap menolak adanya pendirian pabrik peleburan baja, tembaga dan perunggu. Sebab, permasalahannya sudah beberapa kali ada pabrik yang pernah beroperasi namun sudah tutup tidak ada yang menguntungkan warga.
“Masyarakat Kelurahan Gulomantung sudah bosan dengan janji-janji perusahaan sebelumnya. Pasalnya, tidak pernah memperhatikan warga utamanya polusi udara,” tuturnya, Selasa (6/04/2021).
Imbas adanya penolakan ini, akhirnya aspirasi warga Kelurahan Gulomantung dengan manajemen PT Indomas Metal Recyle dimediasi oleh Muspika Kebomas di Balai Kelurahan belum menuai kesepakatan.
Selain sejumlah warga yang mewakili pertemuan tersebut hadir pula sejumlah pejabat Muspika Kebomas, diantaranya Sekcam, Danramil, Kapolsek dan Lurah Gulomantung. Sedangkan dari PT Indomas Metal Recyle diwakili tiga orang salah satunya Legal perusahaan yaitu Ricko Septiantono.
Dari hasil mediasi selama dua jam itu, tidak ada titik temu. Intinya warga tetap menolak adanya pabrik PT Indomas Metal Recyle.
Menanggapi hal ini, legal perusahaan Ricko Septiantono menyatakan pihaknya menghormati apa yang menjadi keluh kesah masyarakat terkait adanya pabrik baru yang akan dioperasikan.
“Kami tetap mentaati peraturan, soal perizinan masih terus berproses. Sebab, sebelum kami pakai tempat tersebut bekas industri peleburan kayu. Rencananya, tempat itu kami pakai untuk industri logam,” ungkapnya.
Ia menjelaskan agar masyarakat tidak berlebihan dan khawatir. Pihaknya akan mengundang warga ke salah satu perusahaannya di Nganjuk.
“Nantinya kami akan ajak kesana biar bisa lihat dari dekat proses produksinya,” pungkasnya. (sgg/ono)
