MEMOX.CO.ID – Sebanyak 15 Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tingkat III/58 Batalyon Ksatria Hawin Sarwahita menjalani Latihan Kerja (Latja) di Polres Malang mulai 6 hingga 20 Juni 2026, Kamis (11/06/26).
Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan 58 Batalyon Ksatria Hawin Sarwahita mulai menjalani pendidikan pada tahun 2023 dan dijadwalkan lulus serta dilantik menjadi perwira (Inspektur Dua/Ipda) pada tahun 2026.
Dari ke 15 Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tingkat III/58 Batalyon Ksatria Hawin Sarwahita salah satunya ada putra Ferdy Sambo bernama Tribrata Putra Sambo.
Dirinya berhasil lolos masuk dan menjadi Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 2023. Ia lulus murni berdasarkan kapasitas dan kemampuannya sendiri dalam seleksi calon taruna Akpol.
Selain dirinya menurut informasi yang didapat putra dari Irjen Pol Muhammad Iqbal juga ikut tergabung dalam 15 Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tingkat III/58 Batalyon Ksatria Hawin Sarwahita.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pendidikan untuk membekali para taruna dengan pengalaman langsung di lapangan sebelum nantinya bertugas sebagai perwira Polri.
Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi mengatakan, latihan kerja merupakan tahapan penting dalam membentuk kemampuan teknis, karakter kepemimpinan, serta profesionalisme para calon perwira Polri.
“Latja bukan sekadar menjalankan program pendidikan, tetapi menjadi kesempatan bagi para taruna untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama di Akademi Kepolisian ke dalam situasi tugas yang nyata di lapangan,” kata AKBP Taat.
Menurutnya, pengalaman lapangan menjadi bekal penting bagi para taruna untuk memahami dinamika tugas kepolisian sekaligus menghayati peran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Selama mengikuti latihan kerja, para taruna akan terlibat dalam berbagai kegiatan operasional dan pembinaan yang mencakup lima fungsi teknis kepolisian. Mulai dari fungsi Lalu Lintas, Reserse Kriminal, Samapta, Intelijen dan Keamanan (Intelkam), hingga Pembinaan Masyarakat (Binmas).
AKBP Taat menegaskan, Polres Malang berkomitmen memberikan pendampingan dan pembelajaran yang maksimal agar para taruna memperoleh pengalaman yang komprehensif selama menjalani Latja.
“Kami berharap para taruna dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk memperkaya wawasan, meningkatkan kompetensi, serta membangun karakter kepemimpinan yang profesional dan berintegritas,” ujarnya.
Selain memperdalam kemampuan teknis kepolisian, para taruna juga didorong untuk memahami implementasi Program Presisi yang menjadi kebijakan Kapolri dalam mewujudkan pelayanan kepolisian yang modern, prediktif, responsibilitas, transparansi, dan berkeadilan.
“Melalui latihan kerja ini, para taruna diharapkan mampu memahami bagaimana Program Presisi diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari sehingga nantinya siap menjadi perwira yang adaptif terhadap perkembangan dan kebutuhan masyarakat,” lanjutnya.
Polres Malang menjadi salah satu satuan kewilayahan yang dipercaya untuk membimbing para Taruna Akpol dalam pelaksanaan Latja tahun 2026.
Selama dua pekan ke depan, para peserta akan mengikuti berbagai kegiatan pembelajaran, observasi, hingga praktik lapangan yang dipandu oleh personel pada masing-masing fungsi kepolisian.
“Kami ingin para taruna mendapatkan pengalaman yang utuh tentang tugas kepolisian di wilayah. Dengan begitu, saat terjun sebagai perwira nanti mereka telah memiliki bekal pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang memadai,” pungkas AKBP Taat. (fik/hms)
