MEMOX.CO.ID – Menjadi sekolah adiwiyata merupakan harapan setiap sekolah di Indonesia. Akan tetapi terkadang komponen dan standar sebagai sekolah adiwiyata yang dimiliki sekolah masih belum maksimal. Oleh karenanya, menjadi sekolah adiwiyata perlu persiapan yang maksimal.
Wali Kota Hadi Zainal Abidin mendorong seluruh sekolah untuk meraih Adiwiyata Provinsi. Untuk itu membutuhkan partisipasi semua pihak. Karena masalah lingkungan bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah saja namun semua unsur elemen masyarakat harus turut serta berpartisipasi didalamnya.
“Sekolah Adiwiyata ini banyak keberhasilan yang diraih dan sudah dikembangkan dan saya berharap semua lembaga pendidikan di Kota Probolinggo mengutamakan dan mengedepankan untuk ikut serta berpartisipasi terhadap masalah lingkungan, termasuk juga masyarakat umumnya,” pungkasnya
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kota Probolinggo, Retno Wandasari menjelaskan, untuk bisa maju ke tingkat Adiwiyata provinsi tidak mudah. Komponen untuk bisa meraih Adiwiyata meliputi beberapa hal menyangkut kebijakan berwawasan lingkungan, pelaksanaan kurikulum berbasis lingkungan, kegiatan lingkungan berbasis partisipatif dan pengelolaan sarana pendukung ramah lingkungan.
“Sekolah wajib melakukan tindakan konkret dalam upaya peduli dan ramah lingkungan,” ujar Retno Wandasari, Rabu 01/11).
Retno Wandasari mengatakan, untuk mewujudkan penerapan perilaku ramah lingkungan (PRLH) oleh warga sekolah yang bertanggungjawab dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Sehingga kualitas lingkungan hidup warga sekolah meningkat melalui Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS).
“Kami memberikan wadah dan kesempatan sekolah-sekolah yang berstatus Adiwiyata kota untuk mengikuti seleksi Adiwiyata Provinsi Jawa Timur. Sehingga dapat meningkatkan statusnya menjadi sekolah Adiwiyata tingkat provinsi,” tandasnya.






